Tampilan Desktop

Diduga Dukung Paslon Rajiun-Ahmad Lamani, Kepsek di Mubar Dilaporkan ke Panwaslih
564 Dibaca

Foto Bersama Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri  1 Tikep dan dengan menujukan 2 jari di SMA N 1 Tikep,(Laode Pialo/ZONASULTRA.COM).

Foto Bersama Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tikep dan dengan menujukan 2 jari di SMA N 1 Tikep.(Laode Pialo/ZONASULTRA.COM).

 

ZONASULTRA.COM,LAWORO-Tim sukses pemenangan LM Ihsan Taufik Ridwan-La Nika (Insani) melaporkan kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tikep Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra) Kadir Masalesi, ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Muna Barat menyusul dugaan pelanggaran netralitas PNS. Sang kepala sekolah dianggap mendukung paslon nomor urut satu, setelah foto Kadir, beredar debgan sejumlah guru yang ada di SMA 1 tikep dengan mengacungkan dua jari di facebook.

Tim sukses (Insani) Wiwin Irawan menyesalkan sikap Kadir, padahal Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mubar sudah mewanti-wanti kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menjaga netralitas, dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mubar.

“Saya tidak tahu persis kapan kejadianya tetapi foto itu kemudian di apload di facebook. Dalam foto itu kepala SMA 1 Tikep bersama sejumlah guru yang ada di sana mengacungkan dua jari, dan itu kami nilai sebagai pemberian dukungan kepada salah satu pasangan calo, “ujar Wiwin saat mendatangi kantor Panwaslu Mubar, Senin,(21/11/2016).

Tidak hanya bukti foto yang di upload di facebook yang menjadi dasar tim Ihsan-La Nika ini melaporkan Kadirdi Panwaslu, tetapi tindakan Kadir yang hadir dalam peresmian posko pemenangan LM Rajiu Tumada-Achmad Lamani (Rahmad) di Kelurahan Waumere pada tanggal 10 November yang lalu.

“Saya juga menyaksikan dia meresmikan posko pemenangan LM Rajiun Tumada di Desa Waumere. Dia juga mengarahkan warga yang hadir untuk mendukung salah satu calon,”ungkapnya.

Ketua Panwaslu Mubar Aminuddin mengatakan pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada terlapor untuk melakukan klarifikasi atas laporan yang di layangkan ke Panwaslu.

“Kita akan mengundang terlapor untuk melakukan klarifikasi atas laporan yang masuk. Karena pihak pelapor juga tidak tau kejadian ini kapan apakah sudah lama atau baru-baru ini. Dan kita belum bisa pastikan apakah ini ajakan atau apa olehnya itu kami akan meminta terlapor untuk memberikan klarifikasi, “ujarnya. B

 

Reporter : Laode Pialo
Editor : Tahir Ose

JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

1 Comment

  1. MUNAWIR 23 November 2016 at 9:35 am

    Inilah kelenan kita sebagai guru yang melanggar kode etik guru….
    Pendidikan seakan akan di sandungan dengan politik….
    karena pendidikan saat ini berbaur politik

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com