Tampilan Desktop

110 Negara Hadiri Dialog Perdamain di Seoul
73 Dibaca

Ketua Dewan Senat Akademik Unhas, Prof Dr HM Tahir Kasnawi SU, (kiri) bersaama dengan tokoh agama dari 110 negara tampil jadi pembicara pada dialog perdamaian digelar di Kota Seoul, Senin (19/9/2016). (Foto:Istimewa)

Ketua Dewan Senat Akademik Unhas, Prof Dr HM Tahir Kasnawi SU, (kiri) bersaama dengan tokoh agama dari 110 negara tampil jadi pembicara pada dialog perdamaian digelar di Kota Seoul, Senin (19/9/2016). (Foto:Istimewa)

 

ZONASULTRA.COM, SEOUL– Sosiolog Universitas Hadanuddi  Prof Dr HM Tahir Kasnawi  SU, tampil sebagai  pembicara pada dialog perdamaian yang digagas  Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) di Kota Seoul Korea Selatan, Senin (19/9/2016).

Tahir Kasnawi lewat  WhatsApp, Senin (19/9/2016) mengatakan, penggiat perdamaian yang menjadi peserta dialog itu yang  berasal dari  110 negara, merupakan tokoh-tokoh agama,  dari lembaga keagamaan internasional  berasal dari seluruh pelosok dunia dengan beragam agama dan kepercayaan.

Utusan dari Indonesia dipimpin langsung oleh Ketua Umum Nahdatul Ulama,  Kiyai  Agil Siraj. Pokok pikiran  yang dipaparkan  Tahir Kasnawi,  pada pertemuan internasional itu mengenai perdamaian menentukan kualitas hidup  masyarakat.

“Perdamaian ditentukan komitmen kebijakan  negara mengakhiri konflik,” tambah Ketua Dewan Senat Akademik Universitas Hasanuddin Makassar ini.

Sebelum dialog para penggiat perdamaian berkumpul di stadion Olimpiade Seoul Korea Selatan menggelar deklarasi pemimpin dunia anti perang dan anti kekerasan, Minggu (18/9/16).

Deklarasi itu dihadiri para penggiat perdamain dari berbagai penjuru dunia serta para tokoh-tokoh lintas agama sedunia, pimpinan politik, cendekiawan, organisasi pemuda dan wanita internasional, tegas Ketua Dewan Pakar ICMI Sulsel ini.

Lewat deklarasi ini diharapkan ada komprehensif pemahaman dan pendekatan berkaitan gerakan perdamaian, demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan , budaya dan agama, ungkap Ketua Dewan Senat Akademik Unhas Makassar ini.

Populasi wanita  seluruh dunia diharapkan memiliki peranan lebih kuat untuk penghentian perang dan pencapaian perdamaian dunia.

Selain itu juga diharapkan membangun jaringan dan kerjasama untuk pengembangan kegiatan perdamaian dan advokasi, tegas mantan Dekan Fisip Unhas ini. (Yahya Mustafa)

JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com