12 Kecamatan di Konawe Rawan Banjir

0
12 Kecamatan di Konawe Rawan Banjir
Kepala BPBD Konawe, Jahiudin (kanan) saat menerima laporan dari tim reaksi cepat ( TRC) pada acara Simulasi Bencana Banjir, Rabu (13/12/2017) (Dedy Finafiskar/ZONASULTRA.COM)

12 Kecamatan di Konawe Rawan BanjirSIMULASI BENCANA BANJIR – Kepala BPBD Konawe, Jahiudin (kanan) saat menerima laporan dari tim reaksi cepat ( TRC) pada acara Simulasi Bencana Banjir, Rabu (13/12/2017) (Dedy Finafiskar/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Sebanyak 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Konawe, masuk kategori rawan banjir. Hal itu berdasarkan rilis yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra)

Olehnya, masyarakat diminta untuk mewaspadai bencana banjir. Sebab, berdasarkan koordinasi BPBD Konawe dengan Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari menyebutkan bahwa pertengahan bulan Juni-Juli 2018 merupakan puncak musim penghujan, dengan intensitas sedang sampai dengan lebat, sehingga semua pihak perlu mewaspadai dampak bencana banjir tersebut.

Kepala BPBD Konawe, Jahiuddin mengatakan, untuk menghadapi cuaca ekstrim kedepan pihaknya terus meningkatkan kesiagaan, dan mempersiapkan diri baik peralatan maupun personel.

“12 Kecamatan yang masuk kategori banjir yakni Kecamatan Sampara, Besulutu, Bondoala, Kapoila, Soropia, Wonggeduku Pondidaha, Wawotobi, Amonggedo, Latoma, Asinua, dan Tongauna. Kenapa daerah ini dikategorikan daerah rawan banjir, karena posisinya diapit dua sungai besar yakni Sugai Konaweeha dan Lahumbuti,” terangnya, Rabu (13/12/2017) usai menggelar simulasi penanganan banjir.

Selain 12 Kecamatan rawan banjir, tiga Kecamatan yakni Latoma, Besulutu, dan Sampara juga rawan longsor karena lokasinya berdekatan dengan lereng gunung.

Menurut Jahiuddin, pemetaan rawan bencana itu dilakukan untuk meningkatan dan mempercepat penanganan bencana di Konawe,

“Kami terus memantau perkembangan itu, karena banjir juga tidak mesti datang pada saat hujan lebat, tapi datang secara tiba-tiba. Prosesnya, air di hulu terjadi penumpukan dan tanah yang menopang air dari bukit-bukit dan gunung tidak mampu menahan tonase air, saat itulah tanah jebol dan air dengan cepat menuju hilir,” jelasnya

Karena itu, Jahiudin berharap kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, sebab bencana kapan saja bisa terjadi. Untuk itu, masyarakat diminta selalu siaga dan tidak panik dalam menghadapi bencana.

Ia mengatakan, setiap kali terjadi bencana di Konawe, pihaknya selalu tanggap dalam memberikan bantuan baik itu evakuasi maupun berupa bantuan logistik.

“Kami sudah siap melayani masyarakat saat terjadi bencana alam. Karena peralatan penanggulangan bencana sudah kami siapkan sejak lama, yang dilengkapi dengan peralatan fasilitas sistem evakuasi dan peralatan pembantu menanggulangan bencana lainnya,” terangnya.

Jahiudin juga meminta kepada warga yang tinggal di daerah aliran sungai maupun dekat gunung, agar selalu meningkatkan kewaspadaan banjir dan longsor sehubungan curah hujan yang tinggi.

Tak lupa, ia juga berharap kepada seluruh personil BPBD dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam penanggulangan bencana untuk memberikan pertolongan secera cepat kepada korban bencana. (B)

 

Reporter : Dedi Finafiskar
Editor : Kiki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here