19 Puskesmas di Konut Sudah Terdaftar di Kemenkes

2
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Konut, Nurjannah Efendi
Nurjannah Efendi

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Sebanyak 19 dari 22 Puskesmas di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi terdaftar dan teregistrasi di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Serta mendapat pengakuan hukum sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Kesehatan PMK Nomor 75 Tahun 2014 tentang Legalitas Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Konut, Nurjannah Efendi
Nurjannah Efendi

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Konut, Nurjannah Efendi mengatakan, registrasi puskesman sangat penting. Selain mendapat legalitas, puskesmas tersebut secara otomatis bisa mendapat bantuan dan anggaran baik yang bersumber dari dana APBD maupun APBN, juga peningkatan strata pelayanan dengan memiliki fasilitas rawat inap.

Sementara tiga puskesmas yang belum teregistrasi yaitu Puskesmas Tetewatu, Puskesmas Lasolo Kepulauan (Laskep) dan Puskesmas Langgkikima, kata Nurjannah, saat ini tengah menjalani proses tahapan untuk mendapatkan registrasi dari Kemenkes. Dipastikannya pada 2018 mendatang, tiga puskesmas tersebut sudah mendapat nomor registrasi.

“Jika tidak tergistrasi maka puskesmas yang ada di Konut ini akan dilebur kembali menjadi pusekesmas pembantu (Pustu) dan tidak akan dapat anggaran,” kata Nurjannah di ruang kerjanya, Senin (16/10/2017).

Lebih jauh dijelaskan, dalam kepengurusan registrasi, pihaknya terlebih dahulu mengajukan izin laporan setelah itu diteruskan dengan syarat pengajuan registrasi seperti sertifikat tanah atau bukti kepemilikan tanah yang sah, izin mendirikan bangunan (IMB), dokumen pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Studi kelayakan untuk puskesmas yang baru akan didirikan atau akan dikembangkan dan profil puskesmas yang meliputi aspek lokasi, bangunan, prasarana, peralatan kesehatan, ketenagaan, dan pengorganisasian untuk puskesmas yang diajukan.

“lnfrastruktur puskesmas yang ada di Konut juga akan ditingakatkan. Contoh bangunan Puskesmas Andowia di 2018 nanti akan diubah menjadi dua tingkat. Untuk tenaga ahli medis seperti dokternya saat ini juga telah mengisi formasi di 10 puskesmas sedangkan sisanya masih tahap proses. Tahun depan dipastikan semua puskesmas sudah memiliki dokter sehingga pelayanan kesehatan semakin meningkat,” tutupnya. (B)

 

Reporter: Jefri Ipnu
Editor: Jumriati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here