Tampilan Desktop


2 Triwulan Gaji Guru Honorer Tak Dibayar, Ini Jawaban Diknas Konut
258 Dibaca

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Sekitar 350 lebih guru honorer berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Aswad Sulaiman, tahun 2015 lalu lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) harus gigit jari. Pasalnya, sudah dua triwulan honor para pengajar yang anggarannya bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui APBD setempat tidak akan dibayarkan lagi pada tahun ini.

2 Triwulan Gaji Guru Honorer Tak Dibayar, Ini Jawaban Diknas Konut

Ilustrasi

Kepastian itu diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Konut, Lapeha. Ia mengatakan, sebagai instansi terkait telah beberapa kali mengajukan pencairan anggaran pembayaran guru honorer. Namun, Dinas Keuangan sendiri berdalil jika anggaran pada tahun 2015 lalu kosong.

“Dua triwulan itu, kita sudah konsultasikan di dinas keuangan sebelum habis masa tahun 2015 lalu. Tetapi alasannya mereka (Dinas Keuangan) itu tidak ada uang,” kata Lapeha, Minggu (21/2/2015).

Dirinya mengaku, terus mendesak agar pencairan anggaran gaji guru honorer kepada Dinas Keuangan setempat. Namun, lagi-lagi usaha memperjuangkan hak para guru tersebut kandas.

“Waktu itu saya bilang kemereka, kalau tidak ada uang kenapa dinas lain dibayarkan. Kenapa Dinas Pendidikan tidak, alasannya lagi katanya Dinas PK itu terlalu besar. Karena sumber anggarannya dari PAD. Makanya gaji guru honorer tidak dibayarkan,” ujarnya.

Malah lebih parah lagi, kata Lapeha pada saat itu Dinas Keuangan menawarkan pembayaran gaji guru honorer dengan memotong dana sertifikasi guru.

Namun, dia menolak dengan alasan hal tersebut tidak memiliki payung hukum. Untuk itu, honor para tenaga pendidik dua triwulan pada tahun 2015 lalu tidak akan dibayarkan lagi.

“Mereka bilang gaji guru honorer mau dibayarkan lewat dana sertifikasi guru, saya bilang jangan itu tidak ada aturannya. Bagaimana kalau guru sertifikasi tau uang mereka digunakan untuk bayarkan gaji guru honorer,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang guru honorer di SDN Belalo, Nona Fitirani mengaku, sangat kecewa hak yang semestinya diterimanya harus batal hanya karena anggaran PAD kosong.

“Tidak bisa kita mau dikorbankan seperti ini, apalagi saya setiap hari masuk mengajar. Kan kasian sudah mengharap ternyata hasilnya begini,” kata Nona Fitriani dengan nada kecewa.

Sementara besaran honor para guru honorer juga bervariasi, tergantung pada tingkat sekolah mereka mengajar. Sekitar Rp.250 ribu sampai Rp.350 ribu per bulannya yang diterima setiap triwulan.

 

Penulis : Murtaidin

Editor  : Kiki

Redaksi ZonaSultra

View all contributions by Redaksi ZonaSultra

Website: http://zonasultra.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com