Tampilan Desktop


250 Metrik Ton Nikel Perusda Kolaka Terlantar
146 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KOLAKA- Sebanyak 250 metrik ton ore nikel milik perusahaan daerah (Perusda) Kolaka di desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) terlantar.

Direktur Utama Perusda Kolaka Haning Abdullah mengungkapkan, bahan galian tambang itu telah diekspolitasi sejak tahun 2010 hingga tahun 2012. Namun, pemerintah memberlakukan larangan ekspor bahan mentah maka ratusan ton nikel itu kini tak bisa dijual.

“Terlebih lagi, belum ada perusahaan yang mau membeli nikel tersebut, jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Haning saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2015).

Selain itu, Haning juga menilai, minimnya peluang penjualan nikel itu dipengaruhi juga oleh nilai tukar dolar terhadap rupiah yang cenderung fluktuaktif. Ini menyebabkan nilai jual nikel di pasar menjadi tidak terkendali, bahkan cenderung menurun drastis.

“Walaupun ada beberapa perusahaan yang bersedia membeli, tapi harga nikel saat ini juga tidak stabil karena nilai tukar dolar masih tidak menentu,” katanya.

Namun yang mengkhawatirkan Haning adalah kualitas ore nikel itu semakin hari kian menurun. Pasalnya, nikel yang dulunya memiliki kadar 1,7 kadar nikel (ni) kini menurun hingga 1,5 ni karena susut terpapar air hujan dan sinar matahari dalam waktu yang lama.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com