Tampilan Desktop

34 Mahasiswa Unhas Survei Kesehatan Gigi Warga Kolaka
40 Dibaca

34 Mahasiwa Unhas Survei Kesehatan Gigi Warga Kolaka

KESEHATAN GIGI – Bupati Kolaka, Ahmad Safei menyambut rombongan survei pemetaan kesehatan gigi yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran Unhas di pendopo Rujab Bupati Kolaka, Sultra, Rabu (16/11/2016). (Abdul Saban/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Sebanyak 34 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran, jurusan Dokter Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan survei pemetaan kesehatan gigi masyarakat kabupaten Kolaka.

Ketua rombongan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unhas, Profesor Baharuddin Daeng Pasiga mengatakan, survei ini menyasar empat kecamatan di Kolaka yakni kecamatan Latambaga, Kolaka, Tanggetada dan Wundulako yang menargetkan warga di kelompok usia enam tahun hingga warga lanjut usia (lansia)

Dosen Unhas ini menjelaskan kegiatan yang sama pernah dilakukan di Konawe Utara (Konut) Baubau, kota Palu, Sulawesi Tengah dan provinsi Gorontalo.

“Kolaka dipilih karena menjadi kesepakatan bersama para mahasiswa. Survei itu mestinya dilakukan sendiri-sendiri. Tapi karena butuh waktu yang lama, maka mereka sepakat melakukannya di Kolaka karena daerahnya masih dekat dengan Sulawesi Selatan,” ujar Burhanuddin dalam sambutannya di pendopo Rumah Jabatan (rujab) Bupati Kolaka, Rabu (16/11/2016).

Dikatakannya, hasil survei ini akan memberikan gambaran kondisi kesehatan gigi warga Kolaka. Selain itu, hasil survei ini juga akan mengetahui tinhkat kepuasan pelayanan dokter gigi di rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kolaka.

Hasil survei ini akan dilaporkan secara resmi ke Pemda Kolaka yang bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengintervensi pembiayaan perawatan gigi masyarakatnya.

Dia menilai, tingkat kerusakan gigi di Indonesia didominasi oleh anak -anak usia enam tahun hingga 12 tahun yang diakibatkan oleh seringnya mengkonsumsi makanan instant.

“Yang perlu kita ketahui adalah, kerusakan pada gigi, akan mempengaruhi kondisi janin pada ibu hamil. Bahkan bisa berakibat janinnya lahir prematur,” jelasnya.

Karena pola penyakit gigi di Indonesia berbeda-beda. Maka survei ini menjadi penting bagi mahasiswa kedokteran gigi yang dituntut untuk mampu mengidentifikasi masalah kesehatan gigi di masyarakat. Lalu dengan data itu, mereka akan membuat program dan metode penyelesaian masalahnya.

Sementara itu, Bupati Kolaka, Ahmad Safei yang menyambut kedatangan rombongan mahasiswa kedokteran itu berharap hasil survei tersebut dapat memetakan kondisi penyakit gigi dan mulut warga Kolaka.

“Tujuannya agar kita bisa tindak lanjuti sebagai program pembangunan kesehatan masyarakat sesuai dengan kemampuan keuangan daerah kita,” ujar Safei. (B)

 

Reporter :  Abdul Saban
Editor : Tahir Ose

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com