Tampilan Desktop


35 Tahun Warga Wawolesea Menunggu Air Bersih
89 Dibaca

SUMUR BOR-Terlihat kepala desa wawolesea, kecamatan awolesea, Bahmid saat menunjukkan salah satu titik pembuatan sumur bor di desa setempat menggunakan anggaran APBN pusat, di karenakan sulitnya mendapatkan air bersih, hingga harus memikul air dengan jarak 3 kilo meter dari pegununungan. ( Jefri/ZONASULTRA.COM).

SUMUR BORTerlihat kepala desa wawolesea, kecamatan awolesea, Bahmid saat menunjukkan salah satu titik pembuatan sumur bor di desa setempat menggunakan anggaran APBN pusat, di karenakan sulitnya mendapatkan air bersih, hingga harus memikul air dengan jarak 3 kilo meter dari pegununungan. ( Jefri/ZONASULTRA.COM).

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU– Warga Desa Wawolesea, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara (Konut), akhirnya bisa bernafas lega setelah pemerintah membuat sumur bor. Pasalnya, sejak desa dimekarkan pada 1982 atau sekitar 35 tahun silam, warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Untuk mendapatkan air bersih, warga harus mengambil air di kaki gunung yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari desa dengan cara memikul.

Kepala desa Wawolesea, Bahmid, Jum’at (5/8/2016) mengatakan jika tak sanggup memikul air warganya juga terkadang harus membeli air tower sebesar Rp 60 ribu dengan isi 1200 liter yang di tawarkan melalui jasa penjual air tower keliling.

“Tapi itu untuk orang yang mampu saja, sedangkan warga yang hidup pas-pasan terpakasa pikul air.” kata Bahmid.

Olehnya itu, dengan adanya bantuan tersebut dirinya bersama masyarakat melalui musyawarah desa menyepakati dana APBN tahap pertama sebesar Rp 360 juta diusulkan membuat sumur bor pada dua titik dengan anggaran Rp 100 juta.

Pemerintah desa bersama masyarakat desa Wawolesea, secara swadaya membangun sumur obor melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yang diglentorkan oleh Kementrian Desa bulan juni 2016 lalu sebesar Rp 596 juta.

“Sisanya kita juga membuat jalan produktif usaha tani agar masyarakat bisa mendapatkan pengahasilan tambahan kedepannya, juga Badan usaha milik desa (BUMDES), dan beberapa unit deker,” terangnya.

Kini dengan adanya pembuatan sumur bor itu, air bersih akhir mengalir ke rumah-rumah warga 130 kepala keluarga (KK) atau 454 jiwa di desa tersebut.

Bagaimana tanggapan warga dengan pembangunan itu, Wanto mengatakan, sangat bersyukur dengan adanya bantuan dana desa tersebut, karena masyarakat bisa merasakan perubahan. Mulai dari segi pembangunan dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat.

“Bukan main ini kalau tidak ada dana desa, bagaiman caranya kita mau olah kita punya batu karena jalannya tidak ada, terus ini yang utama masalah air bersih, berpuluh puluh tahun kita susah masalah air, untung saja ada ini dana desa bisa membantu maayarakat,” ungkap Wanto.

Masyarakat berharap, agar program dana APBN yang disalurkan ke desa – desa bisa tetap berjalan, demi kesejahteraan masyarakat desa dan peningkatan pembagunan dan usaha ekonomi masyarakat desa. (B)

 

Reporter : Jefri Ibnu
Editor     : Kiki

JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com