Tampilan Desktop

6 Bulan Kinerja Kasek Tak Meningkat, Mohon Maaf Berikan Kesempatan Yang Lain
380 Dibaca

PENGUKUHAN - Bupati Ruksamin saat mengukuhkan 247 kepala sekolah dan guru tingkat SMP, SD dan TK lingkup Konawe Utara, bertempat di aula wisata permandian Panggulawu Desa Puudonggala Kecamatan Sawa, Jumat (11/11/2016) malam sekitar pukul 21.00 wita.FOTO : MURTAIDIN/ZONASULTRA.COM

PENGUKUHANBupati Ruksamin saat mengukuhkan 247 kepala sekolah dan guru tingkat SMP, SD dan TK lingkup Konawe Utara, bertempat di aula wisata permandian Panggulawu Desa Puudonggala Kecamatan Sawa, Jumat (11/11/2016) malam sekitar pukul 21.00 wita. FOTO : MURTAIDIN/ZONASULTRA.COM

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU– Bupati Konawe Utara (Konut) Ruksamin mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah (Kasek) dan guru di daerah itu agar benar-benar serius dan bersungguh-sunguh menjalankan tugasnya. Hal ini diungkapkannya menyusul ditemukannya sejumlah sekolah, tak ada guru dan siswa saat jam belajar.

Ruksamin pun mengaku prihatin dengan kondisi ini. Hal ini pula lah sehingga ia melakukan mutasi terhadap ratusan kepala sekolah dan guru di daerah itu. Mutasi ini ditandai dengan pengukuhan terhadap 247 tenaga pendidikan tingat SD dan SM, Jumat malam (11/11/2016).

Ia meminta agar mutasi yang dilakukannya untuk tidak disalah artikan. Penyegaran yang dilakukannya itu bertujuan untuk pemerataan aparatur sipil negara (ASN) dari dunia pendidikan.

“Ini saya lakukan rotasi karena banyak sekolah dia kepala sekolah, dia juga guru. Hanya satu orang, makanya kita lakukan ini supaya ada keseimbangan,” ujar Ruksamin saat mengukuhkan 247 tenaga pendidikan bertempat di aula wisata permandian Panggulawu Desa Puudonggala Kecamatan Sawa, Jumat malam sekitar pukul 21.00 wita.

Menurut dia, pengukuhan yang dilakukan bukanlah sebuah hukuman. Dirinya tidak ingin lagi menemukan ada sekolah belum jam pulang sudah tidak ada murid dan gurunya.

“Yang baru dikukuhkan saya minta benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Saya tidak mau lagi melihat seperti kemarin, ada SD belum jam 10 sudah tidak ada siswa dan gurunya,” katanya.

Bupati memberikan tenggak waktu enam bulan hingga setahun untuk bekerja memberikan pelayanan pada dunia pendidikan. Jika batas waktu tersebut tidak ada peningkatan, maka akan dilakukan evaluasi kembali.

“Kalau tidak ada peningkatan, mohon maaf ditempat ini harus saya sampaikan berikan kesempatan kepada yang lain lagi,” tutupnya.

Untuk diketahui, dari 247 kepala sekolah dan guru yang dikukuhkan, diantaranya, Kepala SMA Wiwirano dikembalikan jabatannya, 27 kepala sekolah tingkat SMP, 83 tingkat SD dan 11 tingkat TK. Sisanya 125 menjadi guru biasa. (C)

 

Reporter : Murtaidin
Editor  : Rustam

JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com