Tampilan Desktop


Ajukan Data Kadaluarsa, Rapat pembahasa RPJMD Konut Sempat Diskorsing
64 Dibaca

Rapat RPJMD konut

RAPAT RPJMD : Terlihat para naggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten konawe utara (Konut) yang dipimpin ketua DPRD konut, Jefri prananda, bersama wakil ketua l DPRD konut, Sudiro, dan para ketua komisi DPRD, serta satuan perangkat kerja daeran (SKPD) konut yang dipimpin sekretaris daerah (Sekda) konut, Marthaya menggelar rapat pembahasan RPJMD, bertempat di aula pertemuan kantor DPRD konut. (Foto : Jefri/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU – Rapat Rancangan Pembahasan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten Konawe Utara (Konut) diskors oleh DPRD setempat. Hal ini dikarenakan para satuan perangkat kerja daerah (SKPD) yang dipimpin oleh skretaris daerah (Sekda), dokter Marthaya tak menghadiri rapat yang diselenggaraka di aula kantor DPRD Konut, Selasa, (9/9/2016).

Selain masalah ketidakhadiran sekda, para anggota legislatif menganggap data yang disiapkan oleh pemda Konut dalam pembahasan RPJMD tidak valid bahkan kadaluarsa.

Ketua komis B DPRD Konut, Saprin, meminta agar kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Konut dihadirkan dalam rapat tersebut, sebagai bahan perbandingan dalam pembahasan RPJMD, karena dirinya menilai data penduduk yang ajukan sangat tidak sesuai.

“Data penduduk 2016 dari BPS itu 61.287 jiwa, sementara yang dipaparkan bupati pada saat pertemuan itu 65.993 jiwa, ini kan sudah tidak sesuai. Mana yang mau diikut,” kata Saprin.

Menurut Saprin, ini belum termasuk data-data lainnya terutama yang berkaitan pertanian dan kesehatan. Karena itu sangat penting menghadirkan BPS.

Menurutnya, pembahasan data RPJMD kuncinya ada didata, karena kita akan kupas satu demi satu. Kalau kepala dinas terkait tidak hadir, bagaiman caranya kita mau bahas kalau ada kekeliriuan, tidak mungkin dinas lain yang mau jawab,” kata Saprin dengan nada kecewa.

Senada dengan itu, Ketua Komisi C DPRD Konut, Samir, mengatakan dalam pembahasan RPJMD jangan mengandai-andai, karena akan menimbulkan efek buruk pada program pemrintah dan merugikan seluruh masyarakat Konut.

Dirinya juga meminta dinas pendidikan, dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi (Nakertrans) dan BPS Konut untuk dapat dihadirkan

“Jangan memberikan data yang sudah kadaluarsa. Contoh data dinas kesehatan yang ajukan itu tahun 2011 ini kan sudah tidak real, karena dari tahun ke tahun pasti ada perubahan. Di sini kami butuh data real, bukan abal-abal,” ucap Samir dengan nada tinggi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sudiro juga meminta pihak Pemda untuk menghadirkan orang-orang yang berkompoten dibidangnya. Dengab tujuan agar data yang disajikan benar-benar valid.

Berdasarkan hasil pertimbangan para anggota DPRD Konut, dan demi berjalan lancarnya rapat pembahasan RPJMD, kegiatan yang dipimpin ketua DPRD Konut itu, Jefri prananda, menskors rapat tersebut dan dilajutkan pada pukul 15.00 Wita.

Rapat ini akhirnya dihadiri sekda Konut, didampingi oleh Kadis Perizinan, Sundu Bao, Kadis Perhubungan, Baharudin, kepala Bapedda Antarisa. Sementara dinas terkait yang tak sempat hadir diantarnya dinas pertanian, perkebunan, BPS, dinas kesehatan, dinas pendidikan, Nakertrans dan instansi terkait lainya. (B)

 

Reporter : Jefri Ibnu
Editor      : Rustam

DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com