Tampilan Desktop



Atasi Kesulitan Ekonomi Masyarakat, Pemdes Waworaha Tanam Nilam
115 Dibaca

Atasi Kesulitan Ekonomi Masyarakat, Pemdes Waworaha Tanam NilamPENANAMAN BIBIT NILAM – Pemerintah Desa Waworaha bersama masyarakat melakukan penanaman bibit nilam sebanyak 15 ribu pohon dilahan seluas 1,5 hektar. Kegiatan tersebut sebagai program pemberdayaan masyarakat desa dalam mengatasi kesulitan ekonomi. (Jefri/ZONASULTRA.COM).

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Pemerintah Desa (Pemdes) Waworaha, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) menanam tanaman nilam. Dalam kegiatan tersebut seluruh perangkat desa dan masyarakat ikut terlibat langsung.

Budidaya bibit nilam sebanyak 15.000 pohon bersumber dari dana desa (DD). Hal itu merupakan langkah perdana Pemdes Waworaha, untuk mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Desa (Kades) Waworaha, Ijarwati mengatakan, proses awal penanaman nilam memakan waktu 5 bulan sebelum panen perdana. Untuk jumlah hasil panen tergantung luasan lahan yang diolah.

Setelah itu, lanjut wanita berhijab ini, untuk panen kedua dilakukan tiap tiga bulan sekali. Sedangkan masa panenya selama satu tahun mencapai 3 sampai 4 kali.

“Kalau sudah panen langsung dijemur sekitar 2 sampai 3 hari sampai kering, setelah itu langsung dilakukan proses penyulingan untuk diambil minyaknya. Untuk harga minyak nilam perkilonya sekitar Rp 300 ribu, ini sangat baik untuk membantu perekonomian masyarakat,” ungkap Ijarwati di lokasi penanaman nilam, Jum’at (21/7/2017).

Atasi Kesulitan Ekonomi Masyarakat, Pemdes Waworaha Tanam Nilam

Sebelumnya, masyarakat mendapat kendala saat menanam nilam karena alat penyulingan yang susah sehingga harus dibawa keluar daeran yang memakan biaya cukup besar. Namun, kini untuk melakukan penyulingan warganya tidak perlu khawatir lagi karena pihaknya telah menyiapkan mesin olahan yang dianggarkan langsung melalui dana anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan siap untuk dioperasikan.

Kepala Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Waworaha, Ismail mengungkapkan, untuk penanaman perdana pihak Pemdes setempat menyiapkan lahan kebun kolektif seluas 1,5 hektar yang dikelola oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Menurutnya, hal tersebut adalah langkah positif untuk memotivasi masyarakat agar tetap berusaha dalam mengatasi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ia mengaku, setelah program pemberdayaan masyarakat tersebut dijalankan, rata-rata warga setempat juga antusias melakukan penanaman nilam di kebun masing-masing. Hal itu juga karena didukung dengan adanya mesin olahan hasil panen nilam yang membuat masyarakat tidak kesusuhan lagi memproduksi minyak nilam untuk selanjutnya dipasarkan.

“Proses penanaman nilam juga ini cepat dan jarang diserang hama, juga hasilnya bagus,” tutupnya. (B)

 

Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Kiki

Tagged with:
DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free