Tampilan Desktop


Azhari Apresiasi Kejari Kolaka Terkait Pengungkapan Kasus Korupsi di USN
117 Dibaca

Azhari Apresiasi Kejari Kolaka Terkait Pengungkapan Kasus Korupsi di USN

Azhari

 

ZONASULTRA.COM,KOLAKA – Rektor Universitas Negeri Sembilan Belas November (USN) Kolaka, Azhari mengapresiasi upaya Kejakasaan Negeri (Kejari) Kolaka untuk mengungkap dugaan praktek korupsi dalam pembangunan gedung kampus baru USN Kolaka, di Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurutnya, sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), USN sudah harus melaksanakan tatakelola administrasi sesuai undang-undang yang berlaku.

“Sayangnya, sejak tahun 2015 sudah mulai kelihatan indikasi praktek korupsi anggaran di USN. Hingga akhirnya ada staf yang ditetapkan sebagai tersangka kemarin,” ungkap Azhari, di ruang kerjanya, Senin (11/4/2016).

Sebelumnya, penyidik Kejari Kolaka telah menetapkan dua orang staf USN yakni SW dan RD sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung kampus USN dengan anggaran Rp. 30 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2015.

Dalam prosesnya, penyidik juga telah menyita sejumlah dokumen yang diduga terkait dengan praktek tindak pidana korupsi yang merugikan negara hingga miliaran rupiah itu.

SW yang sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) USN telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejari Kolaka sejak hari Kamis (7/4/2016) lalu. Sementara RD direktur CV Mitra Konawe yang pihak rekanan proyek pembangunan di kampus itu.

“Saya berterimakasih kepada pihak kejaksaan karena telah memberikan pembinaan kepada pegawai kami. USN harus mencontohkan dirinya sebagai lembaga pendidikan negara untuk betul-betul menyelenggarakan layanan pendidikan yang bersih dan bebas dari korupsi,” ujar Azhari.

Terkait salah seorang stafnya yang tersandung dugaan korupsi itu, Azhari berharap agar yang bersangkutan memberikan informasi yang sejujur-jujurnya kepada pihak penyidik, tak perlu menutupi pihak-pihak yang terlibat dalam persekongkolan jahat itu.

Menurutnya, dengan posisi sebagai tersangka, SW tak perlu lagi mengedepankan loyalitas kepada atasannya. Sebab, setelah dia (SW) berstatus tersangka, maka dengan sendirinya yang bersangkutan sudah tidak boleh lagi mendapatkan jabatan apapun di kampus USN.

“Bongkar saja siapa yang bersalah dalam kasus itu. Tapi jangan memfitnah,” tegas Azhari.

Dalam kesempatan itu, Azhari juga memohon maaf kepada masyarakat se Sultra, utamanya Kolaka karena belum mampu menjaga pegawai saya secara maksimal dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Saya sudah berusaha untuk memberi contoh kepada mereka. Tapi itu tidak diikuti oleh mereka,” katanya.(B)

 

Penulis : Abdul Saban
Editor : Tahir Ose

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com