Tampilan Desktop


Bagaimana Trend Fashion Anda di Tahun 2016 ?
346 Dibaca

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Dalam mempersiapkan Indonesia sebagai kota mode dunia pada tahun 2025, Indonesia Fashion Week bersama BD+A Design meluncurkan buku trend forecasting untuk tahun 2016/2017 bertajuk Indonesia Trend Forecasting (ITF). Ramalan tren bertujuan menjadikan Indonesia sebagai salah satu mode internasional.

Trend Fashion Anda di Tahun 2016

Ilustrasi

“Indonesia tidak bisa mencontek produk keluaran merk asing dan terpaku mengandalkan tren global. Negeri ini harus mempunyai ramalan tren sendiri yang dapat menjadi acuan desainer baik di tingkat nasional maupun global,” kata Dina Midiani, Trend Forecasting Consultant, di IFW, Kamis, (27/2/2015).

Dalam penggarapannya, ITF disusun dari lintas platform. Tidak hanya dari tim riset, namun juga didukung oleh tim kreatif, tim capacity building, dan tim promosi yang melibatkan para pakar, pengamat, praktisi, dan pengajar ternama di industri kreatif Indonesia.

Pendiri BD+A Design Irvan Noe’man menjelaskan, trend forecasting merupakan suatu pendekatan ilmiah untuk memahami perkembangan pola pikir masyarakat di kota-kota besar di seluruh belahan bumi. Dengan memahami perubahan yang terjadi, para desainer akan dengan mudah membaca selera konsumen.

ITF pun berhasil mengklasifikasi empat tema utama tren pada tahun 2016/2017, meliputi Biopop, Humane, Colony, dan Refugium. Biopop merupakan tema yang menggambarkan kegembiraan lantaran kemajuan riset dan teknologi memberikan harapan baru dalam mengelola sumber daya alam  dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Alhasil, hasil desain bertema Biopop didorong oleh permainan warna yang cerah.

Perkembangan wearable devices memungkinkan manusia untuk memanfatkan teknologi informasi. Namun, itu juga bisa mengembalikan fungsi kemanusiannya lantaran manusia membatasi diri dari ketergantungan pada net. Temuan ini menginpirasi lahirnya tema Humane.

Tema Colony mengacu pada perubahan iklim dunia yang menimbulkan paradigma mengenai kelayakan bumi sebagai tempat hidup. Hal ini menghasilkan ide untuk mencari sebuah koloni altenatif.

Sedangkan tema Refugium didasarkan pada kondisi darurat yang menuntut manusia memberi keamanan dan kualitas hidup dalam situasi penuh keterbatasan. Konsep inovasi frugal menjadi dasar dari tema tren ini. Inovasi frugal dimengerti serangkaian kegiatan disain rekayasa kreatif yang menghasilkan produk teknologi inovasi yang sangat murah (ultra-low-cost), kuat, dan mudah digunakan yang memenuhi kebutuhan pasar dengan kemampuan ekonomi rendah.

“Sudah tidak zaman seniman sok nyeni, dalam artian nunggu ilham dalam berseni. Seniman harus melihat lanskap industri ke depan dan melihat pasar. Hal itu dapat menjadi acuan menyusun product management, customer management, dan brand management,” papar Founder dan CEO MarkPlus, Inc. itu.

Hermawan mengatakan desainer harus mulai mengubah fokusnya, dari product-centric (enjoyment) dan consumer-centric (experience) menuju tahapan yang lebih tinggi, yaitu human-centric (engagement). Dengan demikian, desainer mampu mengenali apa yang menjadi kecemasan dan impian terdalam konsumennya (anxiety & desires).
Sumber : marketeers.com

 

Penulis : Ilham Surahmin

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com