Tampilan Desktop


“Bahasa Indonesia Sebagai Cerminan Jati Diri Bangsa”
328 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kehadiran bahasa asing di tengah masyarakat Indonesia saat ini dikhawatirkan akan menggerus keberlangsungan bahasa Indonesia itu sendiri, apalagi dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Bahasa Indonesia Sebagai Cerminan Jati Diri Bangsa"

Ilustrasi

Namun hal ini dibantah oleh Asosiasi Peneliti Bahasa-Bahasa Lokal (APBL) Sulawesi Tenggara (Sultra). Asosiasi ini meyakini hadirnya bahasa asing di Indonesia tidak akan mempengaruhi sudut pandang masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Salah satu peneliti APBL, Mirsa Umiati mengatakan, dalam rumusan sumpah pemuda terdapat kalimat menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Arti kata menjunjung tinggi, lanjut Mirsa adalah mengizinkan bahasa yang lain hidup, namun bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa tertinggi sebagai bahasa pemersatu.

Menurut Mirsa, bahasa Indonesia adalah bahasa yang memberikan informasi dan kebutuhan dunia. Bahasa Indonesia telah memungkinkan untuk mengalami perkembangan yang cukup signifikan, dan semua kegiatan sosial akan berjalan dengan baik karena diatur dengan menggunakan bahasa kesatuan.

“Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa persatuan dan bahasa yang dapat menyatukan bangsa ini sudah sewajarnya diterapkan dalam  kehidupan sehari-hari. Berbicara dengan bahasa yang baik tentu akan sulit kalau tidak diterapkan dan dibiasakan apalagi berbicara disebuah forum yang sangat resmi tentu tidaklah semudah yang dibayangkan,” ungkap Umiati dalam Seminar Nasional Konferensi Daerah APBL Sultra kerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya UHO, Senin (18/1/2016).

Hal serupa diungkapkan pemateri lainnya, Laode Sidu. Menurutnya, hadirnya bahasa asing tidak akan menyudutkan keberadaan bahasa Indonesia. Pasalnya, bahasa Indonesia adalah bahasa pertama bangsa Indonesia dan menjadi salah satu simbol interaksi untuk memberikan informasi mengenai budaya, ras dan ekonomi masyarakat.

Dikaitkan dengan MEA, lanjut Sidu, bahasa Indonesia adalah suatu pembaharuan yang akan menjadikan bahasa ini semakin terpandang di negara-negara tetangga.

“Maka melalui APBL Sultra  bekerja sama dengan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FIB  UHO, akan selalu mejadikan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa dan negara”,  ungkap Sidu.

 

Penulis: La Ode Fardan
Editor: Jumriati

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com