Bangkai Paus Terdampar di Pulau Bokori Ditenggelamkan

221
Bangkai Paus Terdampar di Pulau Bokori Ditenggelamkan
PAUS TERDAMPAR - Bangkai paus yang terdampar di Pulau Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditenggelamkan, Jumat (1/3/2109). Proses penenggelaman dilakukan setelah salat Jumat hingga sore hari. (Jumriati/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Bangkai paus yang terdampar di Pulau Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditenggelamkan, Jumat (1/3/2109). Proses penenggelaman dilakukan setelah salat Jumat hingga sore hari.

Sebelum ditenggelamkan, tulang rahang, kulit, dan sedikit daging paus diambil sebagai sampel untuk keperluan tes DNA guna mengetahui jenis paus tersebut.

Bangkai paus ditenggelamkan menggunakan jaring dan batu sebagai alat pemberat. Penenggelaman dilakukan oleh tim Satker Kendari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar dibantu oleh Bajo Bangkit, pegawai pariwisata di Pulau Bokori, dan nelayan setempat.

Koordinator Satker Kendari BPSPL Makassar Jufri mengatakan, penenggelaman dilakukan karena kondisi bangkai paus yang sudah rusak sehingga tidak memungkinkan untuk dikubur ataupun dibakar.

Berita terkait : Bangkai Diduga Paus Ditemukan Terdampar di Pulau Bokori

“Kita tenggelamkan agar bangkai paus tidak mencemari lingkungan apalagi Pulau Bokori ini adalah salah satu destinasi wisata andalan di Sultra,” kata Jufri.

Bangkai paus ini ditenggelamkan di perairan di sekitar Pulau Bokori. Lokasi yang dipilih jauh dari aktivitas pengunjung.

Berdasarkan panduan penanganan mamalia laut, kondisi paus terdampar ini sudah masuk kode 4 atau pembusukan tingkat lanjut, di mana bangkai sudah sangat membusuk, kulit mengelupas, dan sangat berbau.

BPSPL pun kesulitan untuk mengidentifikasi jenis dan ukuran paus tersebut karena kondisinya yang sudah rusak.

Ada dugaan paus yang terdampar di Pulau Bokori ini adalah paus yang sama dengan yang ditemukan warga di perairan Sainoa, Morowali, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

“Melihat kondisi angin itu bisa saja paus yang sama, tapi ini masih kemungkinan yah, kita belum bisa pastikan,” kata Jufri. (*)

 


Reporter: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib