BBI Kolut Mulai Difungsikan

0
BBI Kolut Mulai Difungsikan
Balai Benih Ikan (BBI) yang dibangun Tahun 2015 dengan anggaran fisik sebesar Rp.5 miliyar yang terletak di Desa Petulua Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara (Kolut)
BBI Kolut Mulai Difungsikan
BBI : Balai Benih Ikan (BBI) yang dibangun Tahun 2015 dengan anggaran fisik sebesar Rp.5 miliyar yang terletak di Desa Petulua Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara (Kolut) (Rusman/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA. COM, LASUSUA – Balai Benih Ikan (BBI) yang dibangun Tahun 2015 dengan anggaran fisik sebesar Rp.5 miliyar yang terletak di Desa Petulua Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara (Kolut) mulai difungsikan. Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kolut Unit Pelaksanan Teknis Daerah (UPTD) BBI menyediakan bibit ikan untuk petani tambak.

Kepala dinas DKP Kolut, Muhlis Usman mengatakan dari data yang ada di DKP Kolut, sedikitnya ada kurang lebih lebih 5000 hektar tambak yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kolut, sehingga potensi yang cukup baik ini Pemda dapat mengembangkanya dengan ketesediakan bibit ikan.

“Tambak di Kolut banyak yang menjadi tambak tidur atau tambak yang tidak di kelola lagi, sebab ketersedian bibit ikan menjadi permasalahan,” kata Muhlis.

Tahun 2015 atas inisiatif bupati Kolut, BBI tersebut dibangun setelah beberapa tahun terakhir DKP melakukan program pengadaan bibit ikan namun selalu gagal.

“Bibit ikan yang diambil dari BBI dari luar kolut dengan perjalan yang cukup jauh sehingga kondis air yang beda membuat bibit tiba di Kolut kebanyakan dalam keadaan mati,” terangnya.

Muhlis menambahkan, selain tambak, beberapa nelayan telah diberikan bantuan keramba apung baik yang bersumber dari APBN atau APBD, namun keramba ini terkesan tidak berjalan di karenakan bibit yang tidak ada.

“Selama ini DKP mengambil bibit ikan di Daerah Sulsesl atau dari Provensi bali dengan jarak yang cukup jauh sampai dengan satu minggu perjalanan membuat bibit ikan tiba dalam keadaan mati,” imbuhnya.

Muhlis mengungkapkan, BBI akan memproduksi bibit ikan Kurapu dan Benur. Namun demkian, saat ini masih ada alatnya yang belum lengkap sehingga dari hasil pengkajian dengan petugas BBI akan dilakukan pembenihan udang Paname sebagai langka awal.

“Untuk sumber daya manusia (SDM) kita mengirim para penyuluh untuk belajar. 7 orang yang akan ditempat kan di BBI, hasil dari pelatihan khusus,” ungkapnya.

Dengan adanya BBI, dua tahun kemudian ketersedian bibit ikan di Kolut dipastikan tidak akan lagi mengambil atau mengimpor bibit dari daerah lain. (B)

 

Reporter : CR 2
Editor : Kiki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here