Tampilan Desktop



Berebut Lokasi Orasi Dua Kelompok Aksi di Depan Polda Sultra Bersitegang
320 Dibaca

Berebut Lokasi Orasi Dua Kelompok Aksi di Depan Polda Sultra Bersitegang

DEMO – Dua massa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sultra saling bersitegang. Hal ini dipicu perebutan lokasi orasi, Senin (6/2/2017). (Lukman Budianto/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Dua massa  yang  melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sultra saling bersitegang. Hal ini dipicu perebutan lokasi orasi.

Massa aksi yang datang menuntut proses hukum K1 K2 Bombana dari Forum Pemerhati Kebijakan Publik (FPKP) terlihat melancarkan orasinya di perempatan jalan Kantor Gubernur. Sementara ratusan masyarakat Bombana yang menamai dirinya Front Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Untuk Pilkada Damai Bombana juga melakukan aksi tepat di depan gerbang Mapolda Sultra dengan tuntutan yang berbeda, yakni menuntut pemecatan Kapolres Bombana. Jarak antara dua massa aksi ini kurang dari seratus meter.

Persitegangan kedua massa aksi ini bermula ketika massa aksi yang menuntut proses Hukum K1 K2 Bombana ingin merapat ke tempat orasi massa aksi yang sudah berada di depan Mapolda Sultra.

Tidak menerima hal itu, akhirnya massa dari Fron Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Untuk Pilkada Damai Bombana yang sudah berada di depan Mapolda Sultra berhamburan ke arah massa FPKP. Mereka berlarian sambil mengepalkan tangan mereka sambil berteriak “kau bukan orang bombana”.

Pantauan ZONASULTRA.COM, beberapa massa aksi FPKP yang jumlahnya memang kalah banyak terlihat ditarik-tarik oleh massa aksi yang satunya.

(Berita Terkait : Penanganan Kasus K1 K2 Bombana Dinilai Tumpang Tindih, Puluhan Masyarakat Datangi Polda Sultra)

Beruntung pihak kepolisian dengan cepat menengahi persitegangan kedua kubu ini. Saat ini massa aksi dari FPKP terlihat menghentikan orasinya. Sementara ratusan masyarakat Bombana yang mendatangi Mapolda Sultra terlihat masih terus berorasi di depan Mapolda Sultra sembari memantau pergerakan massa aksi dari FPKP.

Untuk diketahui, massa FPKP turun dengan tuntutan proses hukum K1 K2 Bombana dinilai tumpang tindih. Sementara Front Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Untuk Pilkada Damai Bombana membawa tuntutan pencopotan Kapolres Bombana yang dinilai melakukan intervensi kepada masyarakat Bombana untuk memilih salah satu pasangan calon bupati di kabupaten itu.  (B)

 

Reporter: Lukman Budianto
Editor: Tahir Ose

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free