Tampilan Desktop


Beringas, Polisi Pukuli Siswa SLB Hingga Pingsan
34 Dibaca

Beringas, Polisi Pukuli Siswa SLB Hingga Pingsan

Asrul alias Arul korban penganiyayaan oknum polisi di Muna, saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bahteramas, Senin (18/4/2016). RANDI/ZONASULTRA.COM

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Aksi tak terpuji kembali diperlihatkan oleh sejumlah oknum Polisi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Adalah Sahrul alias Arul (16), siswa kelas satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Muna ini, harus menanggung sakit setelah dirinya menjadi korban keberingasan oknum polisi berinisial RPI bersama sejumlah anggota Polresta Muna lainnya.

Kejadian itu bermula saat sejumlah pemuda yang tidak diketahui identitasnya melakukan pengrusakan di salah salah satu konter yang terletak di jalan Lumba-lumba, Kelurahan Laiworu, Kecamatan Laiworu Kabupaten Muna, pada Kamis (14/5/2016) lalu.

Sekitar pukul 23.00 wita, polisi yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan pencarian terhadap para pelaku.

“Jadi pas polisi itu sementara razia di jalan, si Arul ini lewat. Saya punya adik ini memang dia takut sama polisi karena pernah juga jadi korban salam tangkap. Nah, pas dia lihat polisi dia langsung putar arah. Mungkin karena polisi dia pikir ini mi pelakunya langsung dia kejar” tutur kakak korban, Suhardi saat di temui awak media di Rumah Sakit Bahteramas, Senin ( 18/4/2016).

Aksi kejar-kejaran antara korban dan sejumlah anggota polisi pun sempat terjadi, sebelum akhirnya korban terjatuh dari motornya. Namun bukannya di amankan, korban malah menjadi bulan-bulanan sejumlah oknum polisi yang bringas ini,  hingga akhirnya korban pun tersungkur pingsan.

Tak berhenti hingga di situ, polisi yang membabi buta kembali melayangkan pukulan kearah korban saat setibanya di lokasi pengrusakan konter yang di sangkakan kepada Arul.

“Sempat ada yang mau melerai, dia bilang itu orang woi sudah mi kalian pukuli anaknya orang. Tapi itu polisi dia gertak itu orang, dia bilang jangan mi ko ikut campur.  Habis di pukuli dia di bawah ke Polres, di tahan satu malam dia di Polres” ungkapnya.

Keesokan harinya, lanjutnya, sekitar pukul 17.00 wita korban pun di bebaskan oleh pihak Kepolisian dalam keadaan luka berat. Setibanya di rumah, korban langsung di larikan ke rumah sakit terdekat, namun karena luka yang cukup serius korban lalu di rujuk ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari.

“Sudahnya dia pulang ini adeku, dia datang mi itu polisi RPI di rumahku. Dia datang minta maaf sama bawa surat pernyataan, supaya kita nda perpanjang ini masalah. Trus dia suruh mama ku tandatangan di surat itu, tapi dia tidak kasih lihat apa isinya itu surat” ujarnya.

Setelah menandatangi surat pernyataan tersebut, pihak keluarga pun tercengang. Pasalnya dalam surat itu tertulis jika saat tertangkap Arul dalam keadaan mabuk, luka yang terdapat di tubuh korban pun di klaim oleh pihak polisi akibat terjatuh dari motor saat di kejarnya.

“Dia datang menangis menangis minta maaf itu polisi, dia kasih juga mama ku uang 1 juta. Tapi mama ku dia nda mau ambil, sudah sementara melapor di Polda ini” tutupnya.

Pihak keluarga yang tidak terima dengan perlakuan oknum tersebut, langsung mendatangi Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk melaporkan kejadian itu. (A)

 

Penulis : Randi
Editor  : Rustam

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com