Tampilan Desktop


Bersama Cegah Terorisme
45 Dibaca

Maraknya perkembangan isu-isu radikalisme baik di dunia maya maupun di dunia realita kian meresahkan warga ini. Pasalnya sudah ada beberapa pemuda negeri ini menjadi korban gerakan paham kekerasan ini. Korbannya beberapa bentuk, apakah menjadi korban atas tindak kekerasannya, atau korban atas doktrin jihadnya untuk melakukan aksi-aksi kekerasan.

Muhammad Aras Prabowo

Muhammad Aras Prabowo

Hal ini perlu menjadi perhatian semua elemen masyarakat bangsa ini. Mulai dari para lembaga pemerintah, para ulama, organisasi kemasyarakatan termasuk pemuda dan mahasiswa, tokoh adat, dan para masyarakat sampai dengan ke akar rumpun.

Isu radikalisme membuat para ulama angkat bicara soal ini. Termasuk KH. Hasyim Muzadi yang mengatakan “Oknum tersebut saya sebut “Wali Jenggot”. Kelompok ini banyak mengafirkan yang sudah Islam, sangat berbeda dengan Waliyullah yang banyak mengislamkan yang masih kafir,”
http://www.nu.or.id/post/read/68678/ini-beda-wali-jenggot-dan-waliyullah-menurut-kh-hasyim-muzadi-

Bukan hanya pimpinan pondok pasantren Al-hikam ini yang menentang radikalisme, tapi Imam Masjid Istiqlal juga turut angkat bicara mengenai hal ini. Prof. Nasaruddin mengaku sangat prihatin atas pemuda yang terlibat dalam aksi kekerasan yang di gagas oleh kelompok ekstrim ini.

Pada saat mantan wakil mentri agama ini mengisi dialog di pondok pasantren nurul arifin 03/08 beliau menyampaikan bahwa
“Jihad itu menghidupkan manusia, ketika ada jihad yang membunuh orang, maka hal itu bukan jihad,”
http://www.nu.or.id/post/read/70193/nasaruddin-umar-jihad-itu-menghidupkan-manusia-bukan-membunuh

Di atas hanya dua contoh dari sekian banyak ulama mengeluarkan fatwa mengenai paham radikal-terorisme. Diperlukan sebuah gerakan yang masif dan konsisten serta membumi sampai ke lapisan masyarakat agar memberi dampak yang signifikan dalam penanggulangan paham fundamental ini.

Untuk itu para warga negara harus secara bersama-sama cegah terorisme. Yang tidak kalah pentingnya adalah kelompok pemuda atau mahasiwa, kerena seperti yang saya jelaskan di tulisan saya minggu lalu bahwa radikalisme sudah menyusup di kalangan pemuda, khususnya di tubuh mahasiswa lewat institusi pendidikan.
http://zonasultra.com/generasi-muda-cerdas-mencegah-terorisme.html

Sudah ada keselarasan mengenai tindakan pencegahan paham radikal-terorisme di indonesia. Hal ini akan mempersempit gerakan kelompok radikal di indonesia.
ini harus kita intensifkan secara terus-menerus dengan menggalang semua elemen masyrakat yang ada di negeri ini. Peran setiap lapisan masyarakat bangsa ini akan melahirkan sebuah gerakan yang sangat dahsyat.

Tentunya hal ini bisa terwujud ketika kita semua memiliki kesadaran untuk turut serta dalam menjaga keamana dan stabilitas negara. Terorisme harus kita jadikan sebagai musuh bersama dan menutup ruang bagi mereka agar paham kekerasan ini tidak berkembang dalam negeri ini.

Pada akhirnya, persoalan yang dihadapi bangsa ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tapi ini merupakan tanggungjawab setiap orang yang hidup di negeri ini. “Mari bersama cegah terorisme”.

 

Oleh : Muhammad Aras Prabowo
Kader PMII Rayon Ekonomi UMI/Anggota BNPT RI

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com