Tampilan Desktop



BPOM RI Sebut Kasus Penyalahgunaan Obat di Kendari Masuk Kategori Teror
415 Dibaca

Korban Termuda Penyalahgunaan Obat Timpa Anak SD BPOM RI – Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM RI Hendri Siswadi (ujung kanan) saat mengunjungi salah satu korban penyalahgunaan obat di UDG RSJ Kendari, Jumat (15/9/2017). Ia menali kejadian yang menimpa puluhan korban di Kota Kendari merupakan jenis kejahatan teror. (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Tim dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI bersama Kepala BPOM Kendari Adillah Pababbari berkunjung ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk melihat kondisi korban penyalahgunaan obat, Jumat (15/9/2017).

Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM RI Hendri Siswadi mengatakan, kunjungan ke Kendari salah satunya adalah untuk meluruskan dan menyamakan persepsi semua pihak terkait kasus penyalahgunaan obat oleh sejumlah warga Kota Kendari.

“Itu yang kami ingin luruskan apa sebenarnya yang mereka konsumsi dan ini fenomena apa kok bersamaan begini,” ungkap Hendri saat dikonfirmasi di RSJ Kendari.

Saat melihat salah satu korban yang berusia 9 tahun, siswa kelas IV SD di Ruang UGD, Hendri menilai ini merupakan jenis kasus teror. Sebab anak sekecil itu yang belum memahami apapun dapat menjadi korban.

“Ini sudah terencana dan teroganisir oleh okum yang tidak bertanggungjawab, sehingga ada unsur kesengajaan,” pungkasnya.

(Berita Terkait : Selidiki Kasus Obat Terlarang, BNN RI, BPOM RI, Mabes Polri Datang ke Kendari)

Rencananya siang ini pukul 14.00 Wita pihaknya akan menggelar konferensi pers bersama pihak kepolisian dan BNN setempat di Kantor BPOM Kendari.

Sebelumnya telah diberitakan, selain beredar di Kota Kendari tablet PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol) juga sudah beredar di dua wilayah Sulawesi Tenggara lainya yakni Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe.

Di Kolaka, polisi meringkus dua pelaku dengan barang bukti 1.449 butir PCC. Sementara di Kabupaten Konawe polisi meringkus seorang pelaku dengan mengamankan satu paket PCC siap jual yang dikemas dalam plastik bening berisikan 10 butir PCC.

(Berita Terkait : 30 Remaja di Kendari Bersamaan Masuk UGD Setelah Konsumsi Obat, Satu Meninggal Dunia)

“Dari hasil penindakan polisi meringkus dua pelaku di Kolaka sementara di Konawe satu orang dan di Kota Kendari lima warga. Jadi total ada delapan pelaku. Di Kolaka dan Konawe pelaku berstatus pengedar,” jelas Direktur Narkoba Polda Sultra Komisaris Besar Polisi Satriya Adhy Permana di hadapan awak media saat rilis penangkapan pelaku penjual PCC di aula media Center Polda Sultra Kamis siang. (B)

 

Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Jumriati

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free