Buntut Demonstrasi Mahasiswa UHO, 17 Orang Jadi Korban

Buntut Demonstrasi Mahasiswa UHO, 17 Orang Jadi Korban
DEMO - Salah anggota polisi terkena lemparan batu oleh massa aksi. Demonstrasi yang digelar Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Halu Oleo (KBM-UHO) di halaman Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) dan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Senin (11/3/2019) berunjung bentrok. (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Demonstrasi yang digelar Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Halu Oleo (KBM-UHO) di halaman Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) dan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Senin (11/3/2019) berunjung bentrok.

Akibat bentrokan itu, sebanyak 17 orang menjadi korban luka-luka. Diantaranya 9 orang dari anggota polisi, salah satunya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara dari kalangan mahasiswa sebanyak 6 orang dan 2 warga.

“Aipda Muhajir dari Kepolisian Sektor (Polsek) Ranomeeto saat ini di rawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit Bhayangkara dengan keluhan nyeri pinggang belakang akibat tendangan. Sementara korban yang lain semua rawat jalan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sutra AKBP Harry Goldenhardt melalui pesan whatsapp, Senin (11/3/2019).

(Berita Terkait : Tak Ditemui Gubernur Ali Mazi, Demonstran Rusak Sejumlah Fasilitas)

Sebelumnya, ribuan massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Halu Oleo (UHO) berunjuk rasa di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Jalan Haluoleo Kendari, Senin (11/3/2019). Mereka memadati pintu keluar Mapolda mendesak ingin bertemu Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto.

Usai bertemu Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Iriyanto di halaman Mako Polda Sultra, para demonstran langsung mengarah ke Kantor Gubernur Sultra.

Berdasarkan pantauan Zonasultra, di depan gedung kawasan Perkantoran Bumi Praja itu, aparat kepolisian membuat barikade anti huru-hara. Belum lama melakukan orasi, demonstran menyerbu kantor gubernur. Namun, barikade polisi tetap bertahan meski diserang dengan batu dan kayu yang dilemparkan massa aksi.

(Berita Terkait : Gubernur Sultra Hentikan Sementara 13 IUP di Konkep)

Karena tak kunjung ditemui Gubernur Sultra Ali Mazi, massa kembali melakukan aksi dengan merusak sejumlah fasilitas, diantaranya pagar kantor Gubernur dibongkar, sejumlah lampu di dalam taman kantor juga tak luput dari amukan massa. Selain itu, Halte bus BRT Telako-lako yang ada di persimpangan jalan Halu Oleo ikut dirusak, kacanya dilempari batu. (b)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib