Tampilan Desktop


Bupati Konawe Ingatkan Petani Tidak Jual Lahan ke Perusahaan Sawit
236 Dibaca

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Kery Syaiful Konggoasa secara tegas meminta masyarakat di daerah itu untuk tidak gampang menjual lahan milik mereka ke perusahaan kelapa sawit.

Bupati Konawe Ingatkan Petani Tidak Jual Lahan ke Perusahaan Sawit

Kery Syaiful Konggoasa

Kerry mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berusaha mempertahankan predikat sebagai lumbung padi terbesar di Sultra. Untuk itu, ia berharap lahan yang ada dapat difungsikan menjadi lahan persawahan dan bukan lahan sawit yang hanya menguntungkan pihak perusahaan saja.

“Saya minta kepada masyarakat untuk tidak gampang jual tanah ke perusahaan sawit, lebih baik lahan yang ada dijadikan sawah, nanti kita pemerintah akan membantu petani asalkan mereka (petani) betul akan bersawah. Jangan sudah kita berikan bantuan baru mereka tidak mau lagi bersawah, dan akhirnya bantuan yang sudah kita berikan dijual,” kata mantan Ketua DPRD Konawe ini, Rabu (6/1/2016).

Dikatakan dia, keberadaan pohon sawit di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) sangat mempengaruhi volume debit air karena satu pohon kelapa sawit membutuhkan sangat banyak air sehingga membuat sungai di sekitarnya akan kering.

Hal itu lanjut Kerry, akan berimbas pada kebutuhan air untuk areal persawahan. Jika pasokan air ke sawah berkurang maka padi yang ditanam juga akan terancam gagal panen.

“Dan kalau sudah terjadi seperti ini yang rugi adalah petani itu sendiri, dan yang akan mereka salahkan itu pasti pemerintah yang katanya sudah memberikan izin kepada perusahaan, padahal mereka sendiri yang menjual lahannya,” ujarnya.

Menurut dia, meskipun pemerintah mengizinkan investor sawit untuk menanamkan saham di daerah namun jika masyarakat tidak tergiur untuk menjual lahannya maka hal itu tidak akan terjadi, sebab pemilik lahan itu bukan pemerintah melainkan masyarakat.

Selain mengancam keberadaan DAS di Konawe, Kerry menganggap perusahaan sawit juga kerap mendatangkan persoalan, mulai dari sengketa lahan yang berujung pada pertikaian antara kelompok yang berkepentingan hingga masalah penyerobotan hutan lindung.

 

Penulis: Restu
Editor: Jumriati

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com