Tampilan Desktop



Cegah Terjadinya Konflik SARA, Polres Muna Gelar Dialog Antar Umat Beragama
79 Dibaca

Cegah Terjadinya Konflik SARA, Polres Muna Gelar Dialog Antar Umat Beragama

RAPAT DIALOG – Dalam mencegah terjadinya konflik SARA yang ada di Kabupaten Muna, Kepolisian Resort (Polres) Muna bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar rapat dialog antar umat beragama, terlihat Kapolres Muna AKBP. Yudith S.Hananta (tengah baju coklat), Ketua FKUB La Ode Nika (paling ujung kiri) dan Asisten I Pemda Muna La Ode Andi Muna (kemeja abu-abu berkacamata) yang dilaksanakan di Aula Satlantas Polres Muna, Kamis (16/3/2017). (Kasman/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, RAHA – Kepolisian Resort (Polres) Muna bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar rapat dialog antar umat beragama, yang dilaksanakan di Aula Satlantas Polres Muna, Kamis (16/3/2017). Kegiatan ini dimaksud untuk mencegah terjadinya konflik Suku, Agama dan Ras (SARA) di Kabupaten Muna.

Kepala Keplolisian Resort (Kapolres) Muna, Arjun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudith Satriya Hananta, mengatakan, pihaknya sudah dari jauh hari mencanangkan kegiatan ini. Jadi menurutnya, baru hari ini bisa dilakukan karena pihaknya baru menyelesaikan beberapa tahapan pilkada, seperti yang terjadi di Kabupaten Muna yang sangat panjang prosesnya, Buton Utara dan Muna Barat, meski belum final karena masih ada tahap selanjutnya.

Selain itu, kegiatan ini juga terkait dengan beberapa kejadian di wilayah hukum Polres Muna. Seperti adanya pengrusakan atau pelemparan yang dilakukan oleh orang yang tak dikenal, di mana jendela kaca salah satu Gereja yang ada di kota Raha ini pada tanggal 11/3/2017 dini hari lalu.

“Seiring dengan pertemuan ini, agar kita saling menguatkan dengan berkoordinasi dan berkomunikasi antar umat beragama, demi terwujudnya rasa aman dan tentram dalam lingkup kabupaten muna ini,” ujarnya.

Yudith menambahkan, bahwa kejadian pada pelemparan atau pengrusakan gereja GPIB merupakan kriminalitas murni yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggungjawab. Namun, kata Yudith, sebagai aparat penegak hukum tidak bisa menganggap sepele kejadian tersebut.

“Kita akan menindaklanjuti kejadian ini, agar jangan sampai kejadian ini menjadi embrio atau benih kedepannya. Olehnya itu, dia menyampaikan ke semua jajaran Polres Muna agar melakukan upaya yang semaksimal dan secanggih mungkin untuk menemukan pelaku-pelaku pengrusakan gereja tersebut,” katanya.

Ditempat yang sama, Pemerintah Daerah (Pemda) Muna yang diwakili oleh Asisten I La Ode Andi Muna mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Polres Muna dan FKUB.

Mengenai kegiatan seperti ini perlu diadakan secara rutin, karena seperti diketahui bahwa di Kabupaten Muna ini selalu menjaga tradisi dan budayanya seperti saling harga-menghargai baik itu antar umat beragama, serta baik antar sesama umat beragama.

“Dari sejak nenek moyang kita dulu, sudah diterapkan toleransi antar umat beragama. Dan dengan kejadian ini kita perlu mewaspadai jangan sampai ada efek-efek yang negatif terhadap kejadian ini,” ungkapnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Muna, La Ode Nika mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkan dapat terjalin kerukunan antar umat beragama di daerah Kabupaten Muna. Untuk itu, pihaknya menghadirkan semua unsur tokoh-tokoh agama yang ada.

Untuk itu, dengan pertemuan kali ini, dapat dijadikan sebagai dasar-dasar penguatan kerukunan interen umat beragama, kekuatan antar umat beragama dan pemerintah. Selanjutnya dapat dijadikan pertemuan harmonis, sosial dan persatuan nasional dalam umat beragama.

“Saya harap agar pihak Polres Muna dapat menindaklanjuti kejadian pelemparan Gereja GPIB ini, karena sudah yang ketiga kalinya terjadi seperti ini. Agar tidak mengarah pada konflik SARA,” harapnya.

Untuk diketahui, pada hari Minggu (11/3/2017) pukul 01.00 wita dini hari, bertempat di jalan Jendral Sudirman Kelelurahan Raha I, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, telah terjadi tindakan pengrusakan terhadap kaca jendela Gereja GPIB oleh orang yang tak dikenal dengan cara melempar dan merusak kaca jendela gereja bagian depan sebelah kanan.

Menurut La Ode Nika, kejadian ini belum mengarah ke isu sara, akan tetapi paling tidak harus disikapi dengan baik sehingga jangan sampai akan menjurus lebih besar lagi pada persoalan-persoalan SARA. (B)

 

Reporter : Kasman
Editor : Kiki

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free