Tampilan Desktop


Cerita Pilu Eks Pekerja PT. DJL, Kecelakaan Kerja Dianggap Angin Lalu, Meninggal Pun Tak Diurus
92 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI- Malang nian nasib, Maria Seu, (50 tahun), buruh sawit yang bekerja di perusahaan PT Damai Jaya Lestari (DJL) yang beroperasi di kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, penglihatanya tak berfungsi lagi.

Kini untuk beraktifitas sehari-hari, Maria Seu membutuhkan bantuan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Ruang geraknya pun kini terbatas.

Maria Seu bercerita, ia mengalami kebutaan dikarenakan kecelakaan saat tengah bekerja di ladang sawit pada awal tahun 2015 lalu.

Saat itu, kenang Maria, ia bersama sejumlah pekerja perempuan seperti biasa melakukan rutinitas pekerjaan di ladang sawit. Maria sendiri saat itu sedang mendodos pohon sawit dan tanpa sengaja  buah sawit yang tengah didodosnya terjatuh dan menimpa kedua matanya hingga akhirnya ia menerima kenyataan, harus buta seumur hidup.

“Sempat ke puskesmas, tapi tak ada doi karena katanya harus dioperasi, saya tak ada uang, perusahaan juga tidak mau ambil pusing,” cerita Maria Seu, yang ditemui di gedung DPR Sultra, Selasa sore (6/10/2015).

Bukan hanya Maria yang bernasib tragis, pekerja lain yang bernasib nahas, yakni Sri Mulyani. Dia terpaksa harus meregang nyawa karena sakit perut kronis. Nyawanya tak terselamatkan saat akan dilarikan ke rumah sakit di Kendari. Peristiwa pilu itu terjadi pada tahun 2014 lalu.

“Terlambat penanganan karena perusahaan tidak mau fasilitasi kendaraan untuk ke rumah sakit. Pas mobil sudah dapat dan menuju Kendari, Sri sudah meninggal. Dia akhirnya kami kuburkan di TPU Punggolaka,” ujar Adrianus Patindale, Koordinator pekerja sawit eks PT DJL.

Adrianus menambahkan, selama 6 tahun bekerja, ia mencatat sudah ada 21 kecelakaan kerja yang dialami. Sayangnya kejadian itu dianggap angin lalu oleh perusahaan. Kesabaran pekerja akhirnya hilang saat perusahaan secara tidak langsung ingin melakukan PHK.

Menurut Adrianus, perusahaan tiba-tiba saja melakukan pengurangan hari kerja. Dalam sebulan pekerja hanya mendapat jatah kerja 13 hari padahal sebelumnya hari kerja mereka 24 hari.

“Pengurangan hari kerja semacam ini merupakan upaya PHK secara tidak langsung dari perusahaan,” jelas Adrianus.

Sebelumnya, ratusan eks pekerja PT. DJL di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara mendatangi gedung DPRD Sultra. Kedatangan mereka untuk mengadukan tindakan perusahaan yang dituding telah mengintimidasi dan mengabaikan hak para pekerja.

Karena tak tahan lagi, para buruh yang mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ini akhirnya memilih keluar dari perusahaan milik DL Sitorus yang beroperasi di Wiwirano sejak 2009 silam.

Kini mereka meminta para wakil rakyat memfasilitasi pekerja dengan perusahaan agar perusahaan memberikan hak pekerja yang diabaikan selama 6 tahun bekerja. Dan meminta perusahaan memulangkan para pekerja ke kampung halaman.

Pasca hengkang dari perusahaan, ratusan eks pekerja perkebunan sawit ditampung di dinas sosial Sultra. Sejak senin malam bersama keluarga mereka menginap di tempat ini.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com