Cerita Warga Tapunopaka Berhenti Melaut Lalu Kerja di Tambang

ilustrasi tambang, pekerja tambang
Ilustrasi (Foto : hipwe.com)

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU – Bekerja di tambang tampaknya lebih menjanjikan dibanding bekerja sebagai sebagai nelayan. Terbukti, sejumlah warga Desa Tapunopaka, Konawe Utara (Konut), berhenti melaut lalu menjadi pekerja tambang di PT Aneka Tambang (Antam).

PT Antam yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diketahui kembali beroperasi di Blok Tapunopaka, Kecamatan Lasolo Kepulauan (Laskep), Kabupaten Konut, sejak Sepetember 2018 lalu. Sejak saat itulah warga setempat mulai direkrut menjadi karyawan.

Warga betah bekerja di tambang itu dengan alasan mendapatkan penghasilan tetap dari upah kerja yang diperoleh, dan juga segala kebutuhan hidup keluarga dan biaya pendidikan anak-anak mereka dapat terpenuhi.

Seperti yang dirasakan, Sardi (36) warga desa setempat. sejak bekerja di PT Antam, dia mengaku kehidupan ekonominya mulai membaik dan kebutuhan hidup keluarganya bisa pelan-pelan teratasi.

Bapak 4 anak ini menceritakan, penghasilan yang diperoleh ketika melaut tidak menentu. Bila hasil tangkapannya banyak, hanya bisa memperoleh Rp 1,5 juta per bulan. Saat beraktivitas di laut lepas, pria berkulit hitam ini pasrah menghadapi terjangan ombak yang setiap saat dapat menenggelamkan kapal miliknya.

“Penghasilan kami sebagai nelayan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup pak. Apalagi seperti saya, anak empat orang sekolah di SMP biaya dalam satu bulan Rp 3 jutaan. Yah, untuk menutupi kebutuhan keluarga, dapur terpaksa kita utang dulu sama tetangga di kios,” kata Sardi mengenang pekerjaannya waktu jadi nelayan, Rabu (20/2/2019).

Ekonomi keluarga Sardi mulai berubah saat PT Antam beroperasi di kawasan kepulauan itu. Perekrutan besar-besaran mayarakat lokal dilakukan PT Antam sesuai dengan standar upah minimum kabupaten (UMK) Rp 2,3 juta , ditambah uang makan, sewa rumah, dan upah lembur.

(Baca Juga : ANTAM Bantu Korban Puting Beliung di Desa Tambea)

“Alhamdulillah pekerjaan sekarang di PT Antam lebih baik dan penghasilannya jelas. Tantangan pekerjaan kami juga lebih ringan. Kami masuk kerja mulai jam 7 pagi sampai jam 4 sore. Kami sangat terbantu pak PT Antam beroperasi kembali di desa kami,” ujar Sardi.

Hal yang sama juga dialami Tamri (37). Sejak bekerja di perusahaan tambang PT Antam, kebutuhan anak dan istirnya yang dulu susah diperoleh dari hasil melaut, kini pelan-pelan terpenuhi.

“Rumah juga pelan-pelan bisami kita perbaiki pak. Dulunya, bagaimana mau beli bahan bangunan untuk kebutuhan dapur saja pas-pasan dari hasil melaut. Kami harapkan PT Antam terus beroperasi dan semakin berkembang agar kita masyarakat dan desa juga bisa maju,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dan pantauan langsung awak media ini di wilayah Blok Tapunopaka, PT Antam tak hanya menyediakan lapangan kerja saja dengan gaji tetap. PT Antam juga membangun fasilitas desa, memberi modal usaha, membangun sarana pendidikan, rumah ibadah, dan membangun sarana mandi cuci kakus (MCK).

Kegiatan kemasyarakatan, seperti sunatan massal dan lain sebagainya juga tak luput dari perhatian perusahaan tersebut. Di lokasi itu Antam juga membangun kantor sebagai tempat konsultasi masyarakat, ruang medis, dan mes tempat para karyawan.

Kepala Desa Tapunopaka, Basrun mengaku bahwa warganya sebanyak 29 kepala keluarga (laki-laki) dipekerjakan PT Antam di bagian lapangan. Mereka rata-rata memiliki pendidikan terakhir SMA, yang dulunya melaut dengan penghsilan sekitar Rp 1 juta perbulan.

“Masyarakat di sini dapat gaji tetap (per bulan) sekitar Rp 2,3 juta, tambah uang makan Rp 300 ribu, uang sewa rumah Rp 300 ribu. Juga ada uang lembur (Rp 13 ribu per jam),” tukasnya.

Antam juga menambang berdasarkan prosedur dan memiliki komitmen untuk pembangunan dan perekonomian masyarakat. Olehnya kata Basrun, masyarakat setempat secara keseluruhan mendukung penuh adanya aktivitas PT Antam.

Sementara itu, Kepala Tehnik Tambang (KTT) PT Antam, Suharno menyatakan, langkah yang dilakukan PT Antam tersebut adalah sebagai wujud komitmen untuk membangun ekonomi masyarakat dan daerah Bumi Oheo itu.

Pihaknya mengharapkan dukungan dan doa masyarakat agar tiap tahapan pelaksanaan berjalan baik dan mulus. (A)

 


Reporter: Jefri Ipnu
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib