Tampilan Desktop


Dana Kompensasi Rp 60 Ribu Tak Cukup Beli Beras, Warga Konut Tuntut PT SPL Rp 1 juta.
74 Dibaca

SIDAK PT SPL-Terlihat Asron duyu salah satu perwakilan petani sawit kecamatan oheo, saat menunujkkan bukti kelengkapan perjanjian yang di sepakati oleh warga pemilik sawit dan perusahaan PT Sultra prima lestari (SPL) kepada perwakilan pemda dan DPR konut saat mengelar sidak di lahan sawit milik PT SPL di kecamatan oheo beberapa waktu lalu. (Jefri/ZONASULTRA.COM).

SIDAK PT SPL-Terlihat Asron duyu salah satu perwakilan petani sawit kecamatan oheo, saat menunujkkan bukti kelengkapan perjanjian yang di sepakati oleh warga pemilik sawit dan perusahaan PT Sultra prima lestari (SPL) kepada perwakilan pemda dan DPR konut saat mengelar sidak di lahan sawit milik PT SPL di kecamatan oheo beberapa waktu lalu. (Jefri/ZONASULTRA.COM).

 

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU– Masyarakat pemilik lahan sawit di wilayah lima kecamatan kabupaten Konawe Utara (Konut), menuntut agar dana kompensasi bagi hasil lahan sawit oleh pihak perusahaan PT Sultra Prima Lestari (SPL) ditetapkan sebesar Rp 1 juta perhektar setiap bulan. Sebelumnya warga pemilik lahan hanya menerima kompensasi secara bervariasi mulai dari Rp 30 sampai 70 ribu perhektarnya dalam 1 bulan.

Tak hanya itu, warga yang tergabung dalam masyarakat petani lahan sawit di kecamatan Oheo, Andowia, Asera, Langkikima dan Wiwirano juga menolak secara tegas permintaan perusahaan PT Sultra Prima Lestari (SPL) yang hanya memberikan tambahan dana kompensasi Rp 60 ribu per triwulan, karena dinilai hanya memberikan dampak buruk bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Asran Duyu, perwakilan masyarakat petani sawit di kecamatan Oheo saat di konfirmasi, Selasa (26/7/2016). Asran juga mengatakan, tuntutan warga tersebut sudah sangat sesuai berdasarkan hasil produksi sawit dan juga sesuai dengan perjanjian bagi hasil yang telah disepakati sebelumnya oleh PT SPL.

“Kami tidak akan pernah menerima PT SPL yang mengolah sawit di lahan kami, hanya memberikan tambahan 60 ribu saja pertriwulannya. Sampai kapanpun itu berarti kalau dihitung tiap bulannya cuma 20 ribu saja, sementara mereka panen 500 kilo perhektar tiap bulan, dengan hasil Rp 5 juta,” kata Asran Duyu.

Tak hanya Asran Duyu, Al Hasran Pagala yang juga pemilik lahan sawit di kecamatan Oheo juga tak menerima permintaan PT SPL yang hanya memberikan tambahan dana kompensasi sebesar Rp 60 ribu per triwulan, dan menuntut PT SPL agar pembayaran upah ditetapkan setiap bulan bukan pertriwulan.

“Kami diberikan hanya 210 ribu per triwulan perhektarnya, sementara PT SPL ini meraup keuntungan hasil sawit mencapai ratusan juta. Sementara kita harga setengah karung beras saja kalau seperti itu tidak akan cukup, kita mau makan apa mi,” terang Al hasran.

“Kami sama-sama berinvestasi, bahkan di lahan kami. tapi malah kita yang di rugikan,” ucapnya.

Olehnya itu, warga berharap agar pihak PT SPL, dan perusahaan sawit yang berada di Konut untuk menyepakati permintaan maayarakat pemilik lahan sawit, karena jika hal tersebut tak di rekomensasikan maka warga mengancam akan menutup paksa pihak perusahaan sawit yang berada di wilayah Konut untuk beroperasi.

Mereka juga meminta kepada pihak pemda, DPRD konut agar bisa mengambil sikap secara tegas untuk untuk menyelesaikan masalah sawit karena dinilai terus berlarut.

Sementara hingga berita ini dinaikkan, belum ada konfirmasi yang diberikan oleh pihak Perusahaan PT SPL. Nomor handphone yang dihubungi juga tak dijawab. (B)

 

Reporter : Jefri Ipnu
Editor      : Kiki

JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com