Daya Beli Lesu, Pedagang di Pasar Tradisional Wakatobi Mengeluh

0
Daya Beli Lesu, Pedagang di Pasar Tradisional Wakatobi Mengeluh
PEDAGANG - Wa Ratna, pedagang sayur mayur di pasar tradisional sentral Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.COM)
Daya Beli Lesu, Pedagang di Pasar Tradisional Wakatobi Mengeluh
PEDAGANG – Wa Ratna, pedagang sayur mayur di pasar tradisional sentral Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI –  Para pedagang di Pasar Sentral Wangi-Wangi Selatan, Kelurahan Mandati III, Kabupaten Wakatobi mengeluhkan kurangnya pembeli yang datang berbelanja sehingga pendapatan mereka turun drastis.

La Ami misalnya, pedagang sembako ini mengaku sepi pembeli sudah beberapa bulan terakhir ini. Jika sebelumnya dia bisa mendapat penghasilan Rp 2 juta setiap harinya, saat ini hanya bisa mengantongi penghasilan Rp 500 ribu saja.

Hal serupa diungkapkan Wa Ratna. Penjual sayur mayur ini mengaku perbedaan hasil dagangan saat ini sangat jauh berbeda dengan penjualan saat sebelum Pilkada tahun 2016 lalu.

Muhammad Yusuf - Kepala Dinas Perindag (Perindustrian Dan Perdagangan) Kabupaten Wakatobi
Muhammad Yusuf

“Sebelum Pilkada tahun lalu sayur dagangan yang saya jual bisa laku sampai tiga karung perharinya, sekarang biar setengah karung tidak habis terjual,” katanya.

Hal yang sama juga dirasakan Wa Kisi, pedagang sepatu dan pakaian. Melemahnya kondisi pasar saat ini berpengaruh besar terhadap omzet penjualannya yang perharinya hanya bisa meraup keuntungan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. “Kurangnya daya beli terjadi sejak pertengahan tahun lalu,” kata Wa Kisi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Wakatobi Muhammad Yusuf mengatakan, faktor yang mempengaruhi kurangnya daya beli masyarakat karena belum disalurkannya anggaran belanja daerah. Menurutnya hal itu terjadi disebabkan oleh pembentukan kelembagaan baru oleh pemerintah daerah yang hingga kini belum juga rampung.

“Sehingga belum adanya pencairan anggaran terhadap semua SKPD. Jadi bagaimana pasar tidak lesu kalau semua PNS tidak ada yang belanja,” ujarnya. (B)

 

Reporter : Nova Ely Surya
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here