Tampilan Desktop


Deklarasi ABR Dihadiri Ribuan Simpatisan, Hugua Teteskan Air Mata
26 Dibaca

ZONASULTRA.COM, BURANGA– Ribuan pendukung dan simpatisan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Hasan-Ramadio, Minggu (23/8/2015) membanjiri lapangan Raja Jin Kulisusu.

Kedatangan massa  itu untuk ikut menyaksikan secara bersama-sama figur yang mereka dukung mendeklarasikan diri untuk siap bertarung memperebutkan kursi Bupati dan Wakil Bupati Butur periode 2016-2021.

Ribuan massa tersebut berasal dari berbagai kalangan dan wilayah yang menyampaikan dukungannya dalam deklarasi itu. Pantauan Zonasultra.com, para simpatisan yang terlihat militan itu terlihat menantang teriknya panas matahari yang membakar kulit mereka.

Turut hadir dalam deklarasi itu  Ketua PDIP Sultra Hugua. Sebagai petinggi partai PDIP di Sultra, dia datang memberikan dukungan secara langsung yang didampingi oleh sesepuh PDIP Sultra, Rifai Pedansa. Hadir juga masing-masing ketua DPC Butur partai pengusung ABR, beberapa tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.

Pasangan yang berakronim ABR  ini didukung oleh empat koalisi Partai besar yakni, Partai Golkar 3 kursi,Partai Demokrat (PD) 2 kursi, PDIP 1 kursi, dan PKB 1 kursi.

Dalam orasi politiknya, Abu Hasan mengatakan kalau dirinya siap untuk melakukan evaluasi terkait apa yang dialami, dan dirasakan oleh masyarakat Butur selama beberapa tahun ini. Baik kondisi perekonomian maupun kebutuhan yang mendasar atau sarana infrastruktur yang belum merata.

“Masih banyak wilayah yang belum dialiri listrik, masih ada wilayah yang belum ada BTS atau jaringan celuler,serta kebutuhan lainnya. Ini yang akan kita lakukan pemerataan di setiap wilayah,” katanya.

Menurutnya, selama ini masih ada kesenjangan sosial dimasyarakat, baik kesenjangan antar individu,antar golongan, serta kesenjangan antar wilayah.

“Oleh karena itu berikan kami kesempatan untuk melakukan perubahan untuk kebaikan Buton Utara kedepannya. Jangan biarkan saya dan Ramadio berjuang sendiri, karena semua kita bangun secara merata, sehingga kesejahteraan akan merata pula,” ujarnya yang diikuti dengan teriakan simpatisan hidup ABR.

Dia pun berjanji akan memanfaatkan dan memberdayakan potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada di Butur secara merata, baik dalam sistem pemerintahan maupun pengambilan suatu keputusan untuk pembangunan di seluruh wilayah Butur.

“Perubahan itu semua akan kita lakukan. Saya dengan Ramadio bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa, tapi kami rela berjuang untuk masyarakat Butur. Semua jabatan kami rela tinggalkan, baju dan kami gunakan selama ini kami wakafkan, hanya untuk perubahan secara menyeluruh,” imbuhnya.

naik panggungSenada dengan pasangannya, Ramadio mengajak pendukungnya dan seluruh masyarakat Butur untuk memilih pemimpin yang selalu merindukan rakyat dan selalu mencintai rakyat.

“Saya yakin Butur akan dipimpin oleh orang yang tidak diskriminatif sehingga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah bisah tercapai,” ujarnya.

Diakuinya, kalau dirinya dan Abu Hasan merupakan figur yang lahir dari kalangan tak mampu alias latar belakang keluarga yang terbatas. Meskipun demikian, keyakinan akan kondisi itu yang sudah merasakan hidup susah akan cepat merasakan penderitaan masyarakat.

“Biarpun kita miskin, tapi kita kaya hati. Mari  berjuang bersama-sama untuk perubahan tanah kelahiran kita,” pungkas ketua DPC Golkar Butur ini.

Sementara itu, Hugua dan Rifai Pedansa saat menyampaikan orasi menyatakan sengaja datang di Butur untuk memberikan dukungan atas Paslon ABR. Menurut mereka, kedua figur ini merupakan calon pemimpin yang santun, amanah, ulet, dekat dengan masyarakat, berkapabilitas, cerdas dimasing-masing bidang dan ber integritas. Sehingga PDIP mempercayakan kepada pasangan ABR untuk menjadi pemimpin Butur selama lima tahun kedepan.

Bahkan Hugua tidak dapat menyembunyikan rasa haruhnya melihat antusias masyarakat berbondong-bondong datang menghadiri deklarasi, walaupun kondisi sinar matahari yang begitu panas, tidak menyurutkan niat untuk tetap berdiri di lapangan.

“Jujur tadi saya meneteskan air mata, saya terharu melihat masyarakat sekalian yang berjam-jam berada di sini, meskipun panas terik matahari menyengat kulit.  Saya yakin, ini bukan massa bayaran, tapi karena adanya rasa ikhlas dalam hati untuk berjuang bersama-sama,” kata Hugua yang juga Bupati Wakatobi ini.

Sebelumnya, simpatisan dan pendukung melakukan ritual kecil dengan mencuci kaki kedua pasangan itu sebelum naik diatas panggung, karena ketika turun dari kendaraan Abu Hasan- Ramadio dengan kaki telanjang. Katanya, itu merupakan wujud kebersamaan rakyat dan bisa merasakan keinginan rakyat.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com