Tampilan Desktop


Demi Menjaga Persatuan, Hippma Mulwa Gelar Sholat Ied Terpadu
85 Dibaca

demi-menjaga-persatuan-hippma-mulwa-gelar-sholat-idha-terpadu

Sholat Ied Terpadu : para Panitia Hari Besar Islam dari empat desa yakni Mokaleleo, Unggulino, Laloonaha, dan Wawosanggula, Kecamatan Puriala, Konawe, Sultra. Bespose bersama saat mempersiapkan lokasi pelaksanaan sholat yang rencananya dilakulan di Lapangan Sepak Bola Desa Wawosanggula pada besok hari. (Foto : Restu/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Senin (12/9/2016) dijadikan momen untuk memperkokoh persaudaraan antar sesama umat nabi besar Muhammad SWT. Seperti yang dilakukan sekelompok pemuda yang menamakan dirinya Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Desa Mokaleleo, Unggulino, Laloonaha, dan Desa Wawosanggula (Hippma Mulwa) Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kelompok pemuda ini mengadakan Sholat Ied terpadu dengan seluruh masyarakat empat desa tersebut. Ketua Hippma Mulwa, Johan Pati menjelaskan sholat ied terpadu itu adalah momentum untuk kembali menyadarkan masyarakat tentang persaudaraan dan asal usul masyarakat yang berada tepat di perbatasan antara Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan itu.

“Dulu kan disini hanya satu desa saja, namun akibat peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan zaman akhirnya dimekarkan menjadi empat desa,” kata Johan di lokasi persiapan Sholat Eid terpadu, Minggu (11/9/2016).

Disisi lain, momen kebersamaan itu dilakukan untuk kembali mempererat tali silaturahim antar sesama warga yang sempat terjadi gesekan. Terlebih suhu politik untuk memisahkan diri dari Konawe dan pindah ke Konsel masih sangat terasa.

“Dulu pada tahun 2004 hampir terjadi perang saudara akibat konflik Konawe – Konsel. Nah inilah yang mendorong kita untuk kembali memperkokoh tali persaudaraan, karena pada dasarnya kita ini satu,” Imbuhnya.

Kegiatan sholat Idul Adha itu akan dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Desa Wawosanggula, yang akan dihadiri oleh seluruh masyarakat ke empat desa itu. Kegiatan mendapat apresiasi dari pemerintah desa dan masyarakat karena dianggap tepat mengingat banyaknya selisih paham antara masyarakat. (B)

 

Reporter : Restu
Editor     : Kiki

Tagged with:
DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com