Tampilan Desktop


Dituding Langgar Prosedur Penangkapan, Kapolsek Baruga Jalani Sidang Pra Peradilan
271 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga menjalani sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) kelas II A Kendari, terkait penangkapan yang dilakukan pihaknya terhadap Dwi Bramancho, (17/12/2015) lalu yang diduga melakukan penipuan kepada AKBP Darmono.

Penyidik Polda Sultra Kembali Periksa Saksi Ahli Kasus Jeti Morosi

Ilustrasi

Dalam sidang tersebut, Utalati selaku pemohon pra peradilan yang juga istri dari Dwi Bramancho mempermasalahkan proses pengkapan yang dilakukan pihak Polsek Baruga yang tidak disertai surat penangkapan dan tekesan tiba-tiba.

Usai menjalani sidang, Andre Darmawan selaku kuasa hukum Utalati mengatakan, secara garis besar pihaknya mempermasalahkan proses penangkapan, dimana dilakukan secara tiba-tiba hanya berselang beberapa jam setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari AKBP Darmono.

“Jadi hari ini melapor hari itu juga ditangkap, bahkan mungkin hanya berselang sekitar 1 sampai 2 jam, karena laporannyakan kan tanggal 17 Desember 2015. Dia ditangkap jam 11.00 wita siang itu. Pernyataan kapan dia melapor kan tidak mungkin dia melapor subuh hari, pasti sekitar pukul 09.00 wita atau 10.00 wita pagi, setelah dia melapor langsung dilakukan penangkapan,” kata Andre, Jumat (23/1/2015).

Kalau tertangkap tangan, lanjut Andre, memang harus ditahan dulu karena terbukti tertangkap melakukan tindak pidana. Menurutnya pada saat Darmono melapor seharusnya, pihak Kepolisian terlebih dulu harus memeriksa saksi dan bukti-bukti lain untuk menemukan 2 alat bukti. Sebab jika bertolak sesuai peraturan undang undang, penangkapan seseoarang harus berdasarkan 2 alat bukti yang sah.

Dikatakannya, laporan polisi itu bukan alat bukti. Itu cuma awal untuk melakukan proses penyelidikan dan penyidikan. Mestinya polisi harus mencari tahu apakah ada keterangan saksi atau terdakwa lain bukti surat atau petunjuk. Celakanya lagi pada saat mereka akan melakukan penangkapan, petugas tidak bawa surat penangkapan.

“Jadi nanti istrinya terdakwa ini yang menanyakan baru mereka bilang tunggu di sini, nanti saya pulang buat surat penangkapan. Inilah kejanggalan-kejanggalan kasus ini yang terkesan dipaksakan,” kata Andre.

Kapolsek Baruga, AKP I Ketut Arya mengatakan, setiap tersangka baik itu keluarga bisa mengajukan pra peradilan, sebab hal itu juga dapat menjadi kontrol bagi pihaknya, iya pun mengungkapkan perihal pra peradilan yang tengah dijalaninya.

“Tadi kan kita sudah lihat untuk tuntutannya mungkin nanti Senin depan baru kita berikan jawaban. Sudah lengkap dan sudah siap semua. Diaturan itu disebutkan kenapa di Sprin Cup tidak ada Sprin Penyidikan? Mungkin dia nda baca Juknisnya seperti apa, itukan kita kesana, semua orang kan punya kewenangan untuk masuk ke rumah orang untuk mengklarifikasi,” kata I Ketut Arya.

Dirinya pun mengaku, jika awalnya pihaknya hanya ingin melakukan klarifikasi terkait laporan AKBP Darmono atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh Dwi Bramancho. Namun pada saat pihaknya tiba di rumah terduga, sang istri dinilai tidak kooperatif dengan menyebutkan kalau suaminya ada di Surabaya.

Tapi ternyata suaminya ada di rumah itu bersembunyi. Karena istrinya seakan akan menyembunyikan, maka pihak kepolisian lakukan upaya paksa.

Kasus ini berawal dari pembelian mobil yang dilakukan oleh AKBP Darmono terhadap Dwi Bramancho ditahun 2014 silam. Setelah membeli mobil, pelapor mentransfer uang sebanyak Rp.170 juta kepada terlapor. Namun setelah melakukan transaksi, mobil tersebut rupanya belum memiliki Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang kemudian menjadi persoalan bagi Darmono selaku pelapor.

Pada saat pelapor hendak menanyakan BPKB kendaraan yang dibelinya, terlapor meminta waktu untuk bersabar dengan alasan masih dalam proses pengurusan balik nama di Surabaya. Untuk menjamin hal tersebut, terlapor akhirnya memberikan satu unit mobil kepada Darmono sebagai jaminan.

Namun setelah setahun berlalu BPKB yang dinantikan Darmono tak kunjung datang. Karena merasa ditipu oleh Dwi Bramancho, Darmono akhirnya melaporkan masalah ini ke pihak Polsek Baruga dengan tuduhan penipuna.

 

Penulis : Randi
Editor  : Rustam

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com