Tampilan Desktop


Dituding Selewangkan Dana Rehab Kantor BPD dan LPM, Ini Penjelasan Sekdes Mandiodo
177 Dibaca

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU– Sekretaris Desa Mandiodo kecamatan Molawe Kabupaten Konawa Utara(Konut) Sahruddin, menepis segala tudingan beberapa warga setempat yang menganggap dirinya telah menyelewengkan dana alokasi desa(ADD) yang bersumber dari anggaran APBD kabupaten Konut sebesar Rp 48 juta, untuk pembangunan kantor Badan Pengawasan Desa(BPD) dan Lembaga permusyawaratan Desa(LPM).

Dituding Selewangkan Dana Rehab Kantor BPD dan LPM, Ini Penjelasan Sekdes Mandiodo

Sahruddin

Menurutnya, pembangunan kantor tersebut masih sementara berjalan, namun mengalami sedikit hambatan akibat para pekerja bangunan tengah melakukan aktiftasnya di tempat lain. Namun dia mengaku, sudah menegur para pekerja agar secepatnya menyelesaikan rehabiltasi kantor BPD dan LPM itu.

“Tidak betul itu saya menghabisakan dana perehapan kantor BPD dan LPM,sementara masih berjalan itu pekerjaanya,hanya memang saya jengkelkan itu tukangnya yang kerja da pergi kerja lagi di tempat lain akhirnya terhambat pekerjaannya di sini,tapi saya sudah tegurmi dan saya marahi untuk cepat da selsaikan ini pekerjaannya,”kata saharuddin Sekdes Mandiodo, Senin (22/2/2016) di kediamannya.

Selain itu, lanjutnya, dana alokasi desa (ADD) yang bersumber dari APBD kabupaten Konut sebesar Rp 48 juta yang turun di bulan agustus 2015, untuk merehab kantor tersebut, tak disalurkan sepenuhnya pada pembangunan fisik BPD dan LPM.

Pasalnya, setengah dari anggaran tersebut dipakai untuk kegiatan perayaan kegiatan 17 agustus dan ini berdasarkan hasil musyawarah warga, aparat dan tokoh masyarakat desa setempat.

“Ini dana ADD yang 48 juta memang tidak di pakai sepenuhnya untuk perehapan kantor BPD dan LPM hanya 27 juta saja yang kita gunakan untuk perehapan sedangkan sisanya yang 21 juta sesuai hasil musayawarah,dan kesepakatan oleh warga dan tokoh masyarakat kita gunakan untuk kegiatan 17 agustus,ini hasil kesepakatan kita dan ada buktinya,”terang saharuddin.

” dana yang digunakan untuk kegiatan hari kemerdekaan itu antara lain, pembelian kostum olah raga dan biaya kegiatan pertandingan lainnya juga biaya oprasional, transportasi yang ditangani lansung. Uang dan pembelanjaan itu ditangani oleh ibu-ibu Desa Mandiodo sendiri bukana saya,”sambung Saharuddin.

Menurutnya, laporan berapa warga tersebut itu yang menuding dirinya menyelewengkan dana adalah tidak benar. Itu hanya perselisihan politik yang terjadi beberapa waktu lalu dan mereka sengaja untuk menjatuhkan dirinya.

” ada unsur kecemburuan sosial di karenakan kepala desa setempat hingga kini belum bisa berktifitas menjalankan tugasnya, karena penyakit yang diderita sejak 8 bulan terkahir. Sehingga segala kegiatan di desa baik kegiatan kemasyarakatan maupun pembangunan juga soal anggaran diserahkan dan ditangani sepenuhnya oleh sekdes Mandiodo,” tukas Saharuddin.

 

 Penulis : Jefri
Editor : Kiki

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com