DPPKB Konut Raih Peringkat Pertama PP KB MKJP 2017 Sultra

2
DPPKB Konut Raih Peringkat Pertama PP KB MKJP 2017 Sultra
PENGHARGAAN PP KB MKJP - Penghargaan peringkat pertama yang di raih oleh DPPKB Konut sebagai intansi yang mendapat poin tertinggi dalam pencapaian pelayanan KB MKJP se-Sultra.(Jefri/ZONASULTRA.COM)

DPPKB Konut Raih Peringkat Pertama PP KB MKJP 2017 Sultra PENGHARGAAN PP KB MKJP – Penghargaan peringkat pertama yang di raih oleh DPPKB Konut sebagai intansi yang mendapat poin tertinggi dalam pencapaian pelayanan KB MKJP se-Sultra.(Jefri/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) meraih peringkat pertama Pencapaian Pelayanan (PP) Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) se-Sultra tahun 2017.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sultra Saleh Lasata memberikan langsung penghargaan atas capaian tersebut kepada Kepala DPPKB Konut Kasim Pagala di aula pertemuan kantor Gubernur Sultra, Jumat (15/9/2017).

Menurut Saleh, prestasi yang diraih DPPKB Konut merupakan gambaran wujud kerja keras untuk menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera dan memiliki program yang tertata baik dalam menjalani kehidupan berkeluarga.

“Penghargaan ini adalah motoviasi kita semua untuk terus bekerja meningkatan dan menciptakan keluarga berencana melalui program KB yang lebih baik. Serta melibatkan unsur-unsur terkait sehingga pelaksanaanya dapat lebih maksimal dan dapat dijangkau hingga ke kalangan bawah,” kata Saleh Lasata.

Sementara Kepala DPPKB Konut Kasim Pagala mengungkapkan, prestasi tersebut tak lepas dari kerja sama seluruh jajaran terkait. Serta komitmen pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan pelayanan program KB.

Untuk hasil kerja maksimal, pihaknya juga menjabarkan program tersebut ke masyarakat dengan melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa, serta pemantapatan pengetahuan dan skil para kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL) di masyarakat yang ditunjang dengan fasilitas memadai.

“Kami juga rutin melaksanakan pertemuan rakor ke semua kepala desa, kecamatan sehingga kendala dan masalah dapat kita atasi juga dapat diketahui langkah apa saja yang akan kita lakukan selanjutnya,” ungkap Kasim.

“Dengan situasi tersebut masyarakat juga akan lebih memahami arti dari kesehatan, ketahanan keluarga serta cara mendidik anak yang baik,” tambahnya. (B)

 

Repoter: Jefri Ipnu
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here