Tampilan Desktop


DPRD Rancang Konawe Jadi Pusat Pengembangan Adat Tolaki di Sultra
125 Dibaca

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – DPRD Kabupaten Konawe memiliki rencana untuk menjadikan Konawe sebagai sentral adat dan budaya Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara (Sultra). Selain menjaga kelestarian adat Tolaki, hal ini juga dilakukan sebagai wujud rasa keprihatinan kepada para generasi muda yang pengetahuannya tentang budaya dan adat istiadat Tolaki masih sangat kurang. 

Ketua DPRD Kabupaten Konawe Gusli Topan Sabara menjelaskan, pihaknya saat ini sudah mulai menata beberapa rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD tentang budaya yang akan dijadikan peraturan daerah (Perda). Kata dia, Konawe yang dahulu masih menjadi Kabupaten Kendari dikenal dengan peradaban Suku Tolaki terbesar dan paling menjujung tinggi adat istiadat terutama kalo sara.

Politisi asal PAN ini mengaku prihatin dengan pelestarian adat Tolaki yang dinilai belum maksimal, sehingga ia sangat mendukung adanya perda tentang pelestarian adat Tolaki khususnya di Konawe.

Selain Konawe, lanjutnya, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan beberapa kabupaten lain, seperti Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur dan Kota Kendari.

“Nantinya Konawe ini akan kita jadikan sebagai episentrum atau pusat pengembangan budaya Tolaki, dan menjadikannya sebagai payung dari beberapa kabupaten lainnya, agar pelestarian budaya kita bisa berjalan sesuai yang kita harapakan. Karena kalau kita melihat budaya kita saat ini sudah banyak terkontaminasi dengan budaya luar, seperti lulo yang mulai berganti dengan DJ, minimnya pengetahuan anak-anak kita tentang budaya, dan masih banyak lagi hal-hal yang mulai merusak tatanan budaya Tolaki yang sebenarnya,” beber Gusli kepada Zonasultra.com di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2015).

DPRD Konawe, aku Gusli juga berencana menelorkan raperda inisiatif yang mewajibkan seluruh sekolah dasar di Kabupaten Konawe untuk memasukan pelajaran Muatan Lokal (Mulok) dalam kurikulum pembelajaran, yang di dalamnya membahas tentang bahasa daerah Tolaki dan praktek tata cara penerimaan adat kalo sara, serta pelestarian tarian khas Tolaki (lulo).

Setelah aturan tersebut diberlakukan, Gusli berharap para generasi muda di Konawe bisa lebih memahami, menghargai, dan melestarikan budaya Tolaki. Dengan begitu, ke depan Konawe bisa menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk kembali sadar akan budayanya, dengan tujuan yang sama yakni menjaga kelestarian budaya yang sudah diwariskan secara turun-temurun.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com