Tampilan Desktop


Dua Jamaah Haji Sultra Yang Dinyatakan Hilang Ternyata Tidak Benar
741 Dibaca

Dua Jamaah Haji Sultra Hilang Ternyata Hoax

JAMAAH HAJI SULTRA– Foto bersama jamaah haji asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dikabarkan hilang dari rombongan beberapa waktu lalu, Suriadi (tengah), Wijiyanto (kanan) bersama satu jamaah haji Indonesia dari TNI Angakatan Laut (AL) Agus saat melaksanakan wukuf di Arofah. Dokumentasi Suriadi for Zonasultra.com

 

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Kabar dua jamaah haji asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dinyatakan hilang di Mekkah ternyata tidak benar. Hal tersebut dibantah langsung oleh pihak yang diberitakan disejumlah media lokal di daerah ini.

Salah satu jamaah haji Suriadi Bin Muhammad Djafar (37) kepada awak zonasultra.com mengungkapkan, terkait pemberitaan dirinya bersama satu jamaah haji yang juga dikabarkan hilang Wijiyanto (54) dari rombongan itu tidak benar.

“Kami tidak hilang. Kami hanya memutuskan untuk memisahkan diri dari rombongan dan memilih inisiatif lain untuk menjalankan ibadah haji, dengan harapan mendapatkan kelipatan pahala,” kata Suriadi saat dikonfirmasi melalui messenger facebook, Selasa (13/9/2016) malam.

Suriadi menjelaskan, pada malam tanggal 6 dzulhijjah seluruh ketua regu, ketua rombongan dan ketua kloter mengadakan rapat dalam rangka pembagian anggota di setiap kamar maktab atau rombongan.

Gelang penanda rombongan jamaah haji asal kota Kendari dan Kabupaten Konawe Utara (Konut) nomor 31

Gelang penanda rombongan jamaah haji asal kota Kendari dan Kabupaten Konawe Utara (Konut) nomor 31

Disaat itu pula, diputuskan bagi anggota jamaah haji yang memiliki inisiatif lain seperti ingin menyendiri, maka diwajibkan untuk membuat surat pernyataan.

“Saya sampaikan sama ketua kamar Pak Alimin dan ketua regu bahwa kemungkinan besar saya memilih mengerjakan tahapan ibadah haji berjalan kaki atau masiyan,” ungkapnya Suriadi.

Karena itu dirinya bersama rekannya membut surat pernyataan di hari Jumat pagi sebelum berangkat untuk melaksanakan ibadah shalat jumat. Surat pernyataan tersebut disimpannya di kamar hotel. Pasalnya, anggota jamaah haji yang merupakan teman sekamarnya sudah menuju ke Masjidil Haram.

Seusai melaksanakan shalat jumat, seluruh jamaah yang akan melaksanakan masiyan melakukan pertemuan di pelataran Masjidil Haram. Saat meninggalkan kamar, dirinya sudah membawa sejumlah pakaian yang akan dibutuhkan selama kurang lebih 5 hari dalam menjalankan masiyan. Sejak itulah dirinya meninggalkan rombongan.

Sementara itu, jamaah haji Wijiyanto baru dikenalnya dan mulai akrab saat mereka berada di Jeddah. Saat itulah Suriadi mengajak Wijiyanto untuk menjalakan ibadah haji masiyan.

Namun sebelum Suriadi memutuskan untuk menjalankan ibadah masiyan, dirinya juga telah ditawari oleh temannya yang bernama Alba. Alba merupakan salah satu pekerja asal Indonesia yang bekerja disalah satu perusahaan di Madinah dan kebetulan dia mendapatkan izin menjalankan ibadah haji tahun ini.

“Nah, saya yakin mau masiyan karena ada teman juga dan benar-benar hafal medannya, jadi saya tidak ragu untuk ikut dan mengajak pak Wijiyanto, apalagi jamaah Indonesia juga banyak yang masiyan,” ujarnya.

Saat ini, kedua jamaah tersebut dalam keadaan sehat dan berada di daerah Aziziah. Rencanaya besok mereka akan kembali ke maktab, Jarwal bersama rombongan jamaah haji asal Sultra setelah nafar awal selesai dan usai melempar 3 jumroh.

Untuk diketahui, Suriadi dan Wijiyato tercatat sebagai jamaah haji asal kota Kendari yang berada dalam makhtab 31 bersama jamaah asal kabupaten Konawe Utara (Konut).

Sebelumnya diberitakan disejumlah media lokal, kedua jemaah haji asal Sultra tersebut dinyatakan hilang karena terpisah dari rombongan jemaah lainnya. (A)

 

Reporter :  Ilham Surahmin
Editor       : Rustam

Tagged with: ,
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com