Tampilan Desktop


Dua Orang TKA di Morosi Diduga Spionase Asal Tiongkok
206 Dibaca

ZONASULTRA.COM, Rumbia – Dua orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di perusahaan tambang Morosi Kabupaten Konawe terindikasi sebagai mata-mata dari negaranya.

“Kedua orang TKA itu terindikasi kuat melakukan gerakan spionase (memata-matai) oleh pihak intelijen Polda, yang memantau pergerakan tenaga kerja di tambang Morosi,” tutur Sekretaris Daerah Sultra, Sekretaris Daerah ( Sekda) Lukman Abunawas saat menjadi pemateri pada Seminar regional dengan tema Kepemimpinan Daerah yang berkeadilan dan berdaya saing memenangkan masa depan Indonesia, di Rumbia, Ibukota Bombana, Rabu (21/12/2016).

Jokowi Izinkan WNA Bentuk Ormas, Ini Tanggapan DPRD Sultra

Ilustrasi

Aktifitas spionase tersebut lanjut Mantan Bupati Konawe 2 periode ini, nampak ketika keduanya bergabung dan menyusup saat digelar aksi bela islam jilid III yang lebih dikenal dengan sebutan aksi 212.

“Informasi itu telah disampaikan ke Pemprov Sultra dan ditindaklanjuti berupa menyurat ke Presiden RI soal gerakan siponase itu,” imbuh Lukman.

Lukman tidak menyebut nama maupun inisial dari kedua orang mata-mata itu, tetapi ia meminta kepada semua pihak khususnya imigrasi, untuk tetap waspada dan melakukan upaya pencegahan agar TKA tidak melakukan gerakan yang lebih membahayakan daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adanya gerakan spionase asal Tiongkok diungkap saat menjawab pertanyaan Aflan Zulfadly, Anggota DPRD Bombana tentang isi materi seminar dengan sub tema “Mewujudkan Sultra sebagai Sentra Pelayanan Strategis Market Regional Indonesia Timur” yang dibawakan oleh Lukman Abunawas.

“Arus pekerja asing yang membanjiri Sultra belakangan ini nyaris tak terbendung lagi, ironisnya, data mereka kebanyakan tidak jelas apakah menggunakan visa kunjungan atau visa untuk kerja,” urai Aflan.

Oleh karena tidak jelasnya data keimigrasian mereka, lanjut mantan Dirut PT Trias Jaya Group ini, apakah ada yang bisa menjamin bahwa di Sultra ini adalah hanya sebagai pekerja atau juga menyusup untuk memata-matai.

“Kita tidak bisa menjamin amannya negeri ini, setelah belakangan kita diserbu para TKA,” tandas Aflan.(B)

 

Reporter : Jumrad Raunde
Editor : Tahir Ose

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free