Tampilan Desktop


Dugaan Kasus TPPU-nya Dihentikan, Nur Alam: Sudah Selesai, Tak Perlu Ditanggapi
141 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia menghentikan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam.

Menanggapi hal itu Nur Alam tidak banyak komenter, berbeda dengan saat ditanyai soal jembatan Bahteramas yang dapat dijelaskannya dengan panjang lebar. Dikatakannya, kasus dugaan TPPU yang melilitnya sudah selesai dan tidak perlu lagi ditanggapi.

“Saya kira ndak usah ditanggapi kalau sudah selesai kan,” kata Nur Alam kepada awak zonasultra.com usai mengikuti rapat paripurna di sekretariat DPRD Sultra, Senin (21/9/2015).

Dengan singkat Nur Alam mengatakan bahwa dugaan kasus TTPU itu telah lewat. Dengan demikian tidak perlu lagi membutuhkan tanggapan darinya.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Amir Yanto membenarkan penghentian penyeledikan kasus TPPU Nur Alam itu. Menurut dia, penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung tidak melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi Gubernur Sultra dua periode itu karena belum cukup alat bukti untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Belum ditemukan sebagai peristiwa pidana sehingga penyelidikannya dihentikan. Belum pro justisia,” kata Amir Yanto, Kamis (17/9/2015).

Namun, pihaknya akan membuka kembali kasus dugaan korupsi orang nomor satu di Sultra itu jika ditemukan bukti baru oleh penyidik.

“Bukan SP-3, kasusnya masih tahap penyelidikan dan masih bisa memungkinkan dibuka kembali apabila ada alat bukti lain,” ujarnya.

Seperti diberitakan zonasultra.com sebelumnya, penyelidikan dugaan TPPU Nur Alam berdasarkan hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menemukan adanya transaksi keuangan melalui rekening mencurigakan. Kasus rekening gendut Gubernur Nur Alam merupakan satu dari 10 rekening gendut kepala daerah yang didalami berdasarkan temuan PPATK.

Berdasarkan hasil temuan mencurigakan itulah, PPATK langsung melaporkannya ke Kejagung untuk ditindaklanjuti. Sejurus kemudian, Kejagung saat itu langsung mengambil langkah dengan membentuk tim untuk melakukan penyelidikan terkait aliran dana tersebut. Alhasil, Kejagung  menemukan fakta bahwa memang benar Nur Alam menerima sejumlah uang dalam jumlah cukup besar di rekeningnya.

Usut punya usut, jumlah uang yang masuk direkening Nur Alam sebesar 4,5 juta dolar Amerika Serikat (USD). Uang tersebut diduga ditransfer oleh pengusaha tambang asal Taiwan bernama Mr Chen kepada Gubernur Sultra untuk mengamankan wilayah konsesi tambangnya di Sultra. Uang sebesar itu ditransfer sebanyak empat kali dalam bentuk polis asuransi melalui bank di Hong Kong.

Kemudian, dalam sebuah wawancara disalah satu TV nasional beberapa waktu lalu, Gubernur Sultra Nur Alam membenarkan menerima dana transfer tersebut. Namun menurut gubernur dua periode itu, dana tersebut berasal dari seseorang yang dititipkan ke rekeningnya karena dianggap dipercaya. Namun ia mengaku telah mengembalikan dana tersebut ke pemiliknya.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com