Tampilan Desktop



Enam Pendaki Mekongga Diduga Tidak Kantongi Izin
366 Dibaca

Enam Pendaki Mekongga Diduga Tidak Kantongi Izin

PENDAKI : Pendaki hilang yang dilarikan ke Puskesmas Wawo untuk menjalani perawatan. Selasa (14/3/2017) (Rusman/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Enam orang pendaki Gunung Mekongga ternyata tidak mengantongi izin pendakian dari kampus, mapun organisasi pencinta alam Navernos tempat mereka bergabung. Bahkan, Pemda Kolaka Utara (Kolut) melalui kepala desa setempat sempat melarang keras niat keenam pencinta alam untuk mendaki gunung Mekongga itu.

Berita Terkait : Dua Pendaki yang Selamat Dirawat di Puskesmas Wawo, Kolut

Kepala Desa Tinukari, Abdul Rahman menuturkan keenam mahasiswa saat akan melakukan pendakian mendatangi kediamanya untuk meminta izin. Namun, pihaknya tidak memberikan izin.

“Saya tidak mau berikan izin karena saat ditanyakan surat atau dokumen dari kampus atau organisasi tidak ada. Keenam mahasiswa itu tidak memperlihatkan sehingga saya melarang dan tidak memberikan izin untuk mendaki,” tutur Rahman, Selasa (14/3/2017).

Rahman beralasan, cuaca yang tidak bersahabat membuat dirinya melarang keras keenam mahasiswa tersebut untuk melakukan pendakian.

“Biasanya kalau ada yang akan mendaki di gunung Mekongga terlebih dahulu melakukan registrasi di rumah dan bermalam di rumah. Namun keenam mahasiswa itu bermalam di rumah warga,” ungkap Rahman.

Hal senada diungkapkan Kapolsek Rante Angin, Iptu Muh. Saleh. Sebelum melakukan pendakian, keenam mahasiswa itu telah diminta untuk pulang setelah tidak bisa menunjukan dokumen izin dari kampus.

“Saya minta mereka pulang saat itu juga. Selain tidak ada izin dari kampus, enam mahasiswa tersebut juga tidak meminta izin pada Pemda dan Basarnas,” terangnya.

Sementara itu, isak tangis dan sujud syukur dilakukan keluarga dua pendaki yang ditemukan selamat setelah dievakuasi tim gabungan pencarian dan penyelamatan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, Masyarakat dan dari berbagai organisasi pencinta alam. Dua pendaki yang selamat adalah Khairat Umayyah Said (26) dan La Ode Mufazir (29) warga Kota Kendari.

Keduanya tiba di Desa Tinukari, Kecamatan Wawo, Selasa (14/3/2017) pada pukul 13.00 dalam keadaan selamat dan langsung dilarikan ke Puskesmas Wawo untuk menjalani perawatan. Kordinator Pos Basarnas Kolaka, Andi Muh Akbar mengatakan kedua pendaki telah dievakusi tim SAR dalam keadaan sehat dan saat ini telah menjalani perawatan di Puskesmas.

“Iya telah berhasil dievakusi dua mahasiswa dari pos 2 yang ditempuh dari posko kurang lebih empat jam,” kata Akbar.

Meski dua orang telah berhasil dievakusi dalam keadaan selamat, namun dua orang lainya masih berada di pos 7 yakni Edy Muliadi alis Edy (30) warga Kota Kendari dan La Ode Fitra alis Toto (21) warga Kabupaten Muna dalam kondisi sudah meninggal, namun belum dapat dievakuasi.

Berita Terkait : Alami Hiportemia dan Kehabisan Logistik, Dua Pendaki Gunung Mekongga Meninggal

“Dua diantaranya dinyatakan telah meninggal dunia, namun tim SAR masih kesulitan melakukan evakusi karena cuaca yang ekstrim,” ungkapnya.

Akbar menambahkan, kematian kedua mahasiswa tersebut diduga akibat cuaca ekstrim sehingga terserang Hipotermia dan kehabisan logistik. Jika cuaca sudah membaik dan bersahabat kedua jasad tersebut diperkirakan akan tiba besok sore di posko induk. (B)

 

Reporter : CR 2
Editor : Kiki

Tagged with:
DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free