Tampilan Desktop



Etape II TdF 2017 Milik Indonesia, Danau Kelimutu Semakin Mendunia
32 Dibaca

ZONASULTRA.COM, ENDE – Etape kedua Tour de Flores (TdF) 2017 menjadi tantangan bagi para pembalap dari 18 tim terdiri 7 negara. Sebab mereka harus menaklukkan tanjakan-tanjakan bukit kaki Gunung Kelimutu sepanjang jalan Maumere menuju lapangan Tugu Pancasila di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/7).

Pembalap sepeda Indonesia, Imam Arifin dari KFC Cycling Team mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai etape kedua TdF 2017. Dalam rute Maumere-Ende berjarak 141,3 kilometer tersebut, Imam yang bernomor punggung 84 finis dengan catatan waktu 4 jam 2 menit 18 detik.

Etape II TdF 2017 Milik Indonesia, Danau Kelimutu Semakin MenduniaBegitu Imam melewati garis finis, masyarakat bersorak Indonesia… Indonesia… Indonesia dengan penuh semangat. “Luar biasa, saya senang sekali. Ini perjuangan bersama tim KFC Cycling Team mengharumkan nama Indonesia,” kata Imam beberapa saat setelah melewati garis finis.

Sementara itu, Nick Miller asal Selandia Baru dari Futuro Pro Cycling (Australia) finis di posisi kedua. Posisi tiga pembalap Filipina Marcelo Felipe dari 7 Eleven Cycling Team (Filipina). Di peringkat empat ada Thomas Lebas asal Prancis dari Kinan Cycling Team (Jepang). Keempat pembalap tersebut finis hampir bersamaan.

Di etape kedua lebih dominan dengan tanjakan. Empat titik KOM harus dilalui seluruh pembalap. Meski demikian, para pembalap disuguhkan pemandangan indah dan udara sejuk Gunung Kelimutu.

Bupati Ende Marselinus Y.W. Petu mengaku bahagia warga Indonesia berhasil menjuarai etape kedua berada di wilayahnya. Terlebih, peserta dan pendatang juga menyaksikan sendiri keindahan dan keramahtamahan masyarakat di wilayah yang dia pimpin.

Baca Juga : Jadi Tuan Rumah TdF 2017, Flores Timur Siapkan Parade Budaya Sepanjang Jalan

“Ini membanggakan kami, saat giliran kami jadi tuan rumahnya, pemenangnya orang Indonesia. Ini sangat memotivasi warga sini. Selain itu saya yakin Ende juga akan dibicarakan orang di luar sana sehingga keindahan Ende akan membuat orang ingin datang,” kata Marselinus.

Marselinus mengungkapkan, tahun lalu, usai TdF 2016, kunjungan wisatawan di Ende naik 100% baik domestik maupun mancanegara hingga 2017. Tahun ini, diharapkan berkat efek media value TdF 2017 bisa meningkatkan kunjungan wisatawan lebih banyak lagi.

“Kita punya Danau Kelimutu yang sangat indah. Orang yang datang ke Pulau Komodo, Labuan Bajo biasanya juga datang ke Kelimutu menyaksikan danau yang juga dikenal dengan nama Danau Tiga Warna. Kami bersyukur danau ini sudah semakin mendunia,” ujar Marselinus.

Danau Kelimutu berada di Taman Nasional Kelimutu. Untuk bisa masuk ke Taman Nasional, pengunjung dikenakan tarif Rp 2.500 untuk orang lokal dan Rp 20.000 untuk turis asing. Jika menggunakan kendaraan pribadi bisa berhenti di pelataran parkir taman nasional yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pintu masuk.

Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki, menapaki bebatuan bukit. Di samping kanan dan kiri jalan bebatuan ditumbuhi pepohonan yang dilindungi taman nasional. Kicauan binatang hutan taman nasional ibarat musik alami menemani sepanjang perjalanan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Derson Duka menceritakan ketiga danau tersebut memiliki nama berbeda. Danau yang paling besar berwarna hijau gelap bernama Atapolo dipercaya sebagai kumpulan roh-roh jahat. Nuamuri Koofai yang berwarna hijau muda gradasi tosca merupakan kumpulan roh-roh orang muda. Sedangkan satu danau lain yang berwarna gelap bernama Mbupu adalah tempat berkumpul roh para orang tua.

“Penduduk setempat meyakini bahwa Danau Kelimutu merupakan tempat berkumpul roh para leluhur. Berubah-ubahnya warna danau pun terkait dengan kepercayaan para roh tersebut,” ujar Derson.

Derson berharap, storytelling soal Danau Kelimutu ini disebarkan orang luar yang di Ende menyaksikan TdF 2017 ini ke daerahnya masing-masing. Sehingga menarik banyak orang untuk menyaksikan sendiri keunikan Danau Kelimutu.

“Biarkan mereka yang datang menceritakan keindahan dan keunikan Danau Kelimutu saat pulang ke rumah kepada keluarga dan teman-temannya. Biar makin banyak yang penasaran dengan Danau Kelimutu,” tambah Derson.

Tidak hanya itu, lanjut Derson, Ende juga memiliki tempat wisata bersejarah yang berhubungan dengan Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno.

Baca Juga : 21-22 Juli, STP Bali Gelar Food Festival Beach Food Euphoria di Pantai Kodanganan

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga turut senang orang Indonesia berhasil menjuarai etape kedua TdF 2017. Namanya akan dibicarakan, sehingga Ende dan tempat-tempat wisatanya juga akan turut dibicarakan.

“Selamat buat Imam Arifin berhasil jadi juara. Anda sudah mengharumkan nama bangsa, dan juga mempromosikan pariwisata Ende,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga sempat berkunjung ke rumah bekas pembuangan Bung Karno di Kota Ende. Di dalamnya terdapat barang-barang yang pernah dipakai oleh Proklamator RI yang juga presiden pertama Republik ini.

Juga ada sumur, timba air tradisional, di belakang ada tempat ibadah, dan lainnya. “Rumah bekas pembuangan Bung Karno itu sudah menjadi destinasi sejarah di sana,” ungkap Arief Yahya yang tahun 2015 sempat mewakili Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

Tidak hanya soal Bung Karno, di Ende, destinasi wisatanya sangat banyak dan beragam. Selain Taman Renungan Bung Karno dan Rumah Pengasingan Bung Karno, serta Danau Kelimutu, Pesona Ende memiliki Kampung Adat Wolotopo, Museum Tenun Ikat, Pantai Ria atau Pantai Ende, Kampung Adat Jopu, Pasar Tradisional Ende, Pantai Batu Biru, Air Terjun Murondao dan Museum Bahari Ende.

Baca Juga : Diiringi Keindahan Teluk Maumere, Ini Dia Jawara di Etape I TdF 2017

“Danau Kelimutu ini sang Fajar, Pak Soekarno juga Sang Fajar negara kita, untuk kaitannya dengan alam Danau Kelimutu yang indah ini juga bisa dilihat fajar terbit dengan indah di danau ini. Jadi sangat layak untuk go international, karena Danau Kelimutu sangat berstandard international,” tukas Menpar Arief Yahya. (*)

Hasil etape kedua TdF 2017:
1. (84) Muhammad Imam Arifin (Indonesia), KFC Cycling Team (Indonesia) 4:02:18
2. (32) Nick Miller (Selandia Baru), Futuro Pro Cycling Team (Australia) +00:00
3. (4) Marcelo Felipe (Filipina) , 7 Eleven Cycling Team (Filipina) +00:00
4. (141) Thomas Lebas (Prancis), Kinan Cycling Team (Jepang) +00:00
5. (142) Jai Crawford (Australia), Kinan Cycling Team (Jepang) +00:02
6. (2) Jesse Ewart (Australia), 7 Eleven Cycling Team (Filipina), +05:08
7. (145) Genki Yamamoto (Jepang), Kinan Cycling Team (Jepang) +06:07
8. (81) Jamal Hibatullah (Indonesia), KFC Cycling Team (Indonesia) +06:19
9. (61) Hari Fitrianto (Indonesia), CCN Cycling Team (Laos) +06:34
10. (85) Muhammad Abdurrohman (Indonesia), KFC Cycling Team (Indonesia) +07:54

Tagged with:
DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free