Tampilan Desktop

Fenomena Remaja Galau
164 Dibaca

OPINI : Kata-kata galau bukan suatu yang asing ditelinga kita, hampir setiap saat kita bisa mendengar para remaja berkeluh kesah dengan perkataan “aku lagi galau niih” dan ungkapan lainnya yang menyatakan kegalauan yang sedang dialami.

Jika kita telusuri istilah galau menurut beberapa referensi yang ada, menunjukan kepersepsi negative. Coba perhatikan definisi galau menurut KBBI, halaman 407 Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV(2008) “galau” berarti kacau (tentang pikiran) : “bergalau” berarti (salah satu artinya) kacau tidak karuan (pikiran); “Kegalauan” berarti sifat (keadaan hal) galau.

Berawal dari adanya perasaan tidak nyaman namun tak kunjung ada tempat untuk menyalurkannya. Mau cerita keguru, sungkan. Takut dilaporkan ke orangtua, jadinya di pendam sendiri hingga menimbulkan berbagai persoalan yang menimpa mereka baik sebagai pelaku maupun korban.

Galau Rentan Berprilaku Menyimpang

Sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh menteri social Khofifah Indar Parawangsa, remaja tidak akan bercerita atau “curhat” kesalahannya kepada keluarga melainkan kepada teman sebaya yang mungkin menjerumuskan remaja tersebut kedalam kondisi yang lebih buruk. Salah satunya menjadi pengguna Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) sebagai tempat pelarian. Kita ketahui bersama bahwa semakin hari kasus remaja yang diketahui menggunakan narkoba semakin meningkat. Mulai dari mahasiswa sampai pelajar Sekolah Dasar. Pelaku menyimpang lainnya akibat kegalauan selain penggunaan Narkoba diantaranya tawuran, balapan liar, juga seks bebas.

Hela Nuramalia

Hela Nuramalia

Sebenarnya kondisi galau bisa dengan mudah dikenali dari expresi wajah yang muram, cenderung diam, kurang bersemangat, sering berkeluh kesah, juga emosinya yang labil. Rasa galau berpengaruh besar terhadap emosi seseorang, remaja galau bisa dengan mudah merasa bosan, sedih ataupun marah. Hal ini menunjukan kalau dirinya sedang mengalami masalah besar, bingung mengurai ujung pangkalnya dan tidak menemukan jalan keluarnya. Akibatnya energy hidupnya habis tersita oleh kegalauannya.

Penyebab utama remaja mengalami kegalauan adalah ketidaksiapan dalam menghadapi masalah yang harus diselesaikannya. Cinta remaja yang belum serius alias cinta monyet, seringkali menjadi pemicu remaja galau. Sosial media, seperti twitter, facebook, instagram atau path yang sering dijadikan tempat mengumbar gaya hidup juga tempat menuangkan perasaan memiliki pengaruh besar dengan kegalauan remaja, Juga masalah pendidikan, tuntutan tugas sekolah yang banyak dan berat sering membuat seorang remaja menjadi strees dan berujung pada kegalauan. Akhirnya kalau sudah galau remaja bisa dengan mudah salah arah.

Belajar Islam Solusi Galau

Kalau dilihat dari penyebabnya, remaja menjadi galau karena belum punya prinsip hidup yang bisa membantunya mengatasi masalah dalam keseharian. Kondisi ini mewabah di kalangan generasi muda ketika lingkungan sekitarnya jauh dari aturan agama. Remaja didorong untuk menilai setiap perbuatan dengan kacamata untung rugi. Benar dan salahnya prilaku tergantung akibatnya membuat senang atau sengsara dalam sudut pandang manusia.

Selain menjadikan keluarga tempat yang aman dan nyaman untuk remaja bercerita, terutama remaja muslim wajib dikenalkan kepada Islam lebih dalam. Tak sekedar mengenal aturan agamanya dalam hal ibadah semata tapi juga mencakup aturan pergaulan agar saat remaja bisa mengukir prestasinya yang mulia tidak disibukan dengan urusan cinta monyet, juga diperkenalkan pada prinsip hidup halal dan haram yang akan menjadi pegangan mengarungi kehidupan. Caranya? Ajak remaja ikut ngaji yang bisa meminimalisir pemicu rasa galau. Tidak pake tapi, tidak pake nanti. Yuk Ngaji. Wallahu A’lam

 

Oleh : Hela Nuramalia 

Penulis Merupakan Aktivis MHTI Kadia

JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com