Tampilan Desktop



Foto: Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186
168 Dibaca

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Parade budaya dalam rangka memeriahkan HUT kota kendari ke 186. Sebanyak 23 paguyuban yang terdiri dari berbagai etnis di kota kendari hadir memeriahkan acara yang berajuk pawai budaya dalam bingkai kebersamaan dan persatuan, Sabtu (6/5/2017).

Pawai ini diikuti oleh sebanyak 23 paguyuban dari berbagai etnis dan budaya di tanah air yang menjadi warga Kota Kendari serta 2 kelompok marching band dari SMPN 9 Kendari dan SMA Kartika. (Muhlis/ZONASULTRA.COM)

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Walikota kendari, Ir. Asrun, M.Eng.Sc menerima pabittara, atau toko masyarat tolaki yang membawa kalosara. Kalosara adalah lambang pemersatu dan perdamaian yang sangat sakral dalam kehidupan Suku Tolaki.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Rumah adat suku Toraja dan tarian Manganda, tarian yang bawakan oleh sekelompok laki-laki menggunakan tanduk kerbau dikepala dan dihiasi uang logam. Tarian ini hanya di pentaskan pada acara adat yang besar.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 salah seorang putri Anandonia luale kota kendari turut memeriahkan parade budaya.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Ekspresi salah satu pengawal penari dari paguyuban kastor (toraja).

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Penari pa’ gellu, menunggu giliran untuk pentas.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Atraksi silat dari paguyuban Buton.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Nampak seorang gadis cilik mengenakan pakaian tradisional bali.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Salah satu peserta parade budaya dari paguyuban bali mengenakan topeng tua atau sesepuh dalam istilah dramatari.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Paguyuban bali, salah satunya tampil dengan mengenakan topeng bonderes atau rakyat biasa. topeng adalah ciri khas dramatari tradisional bali.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Paguyuban jawa tambil dengan ciri khas wayang, kuda lumping, dan reok ponorogo. Nampak salah satu peserta berkostum menyerupai semar tokoh yang biasa hadir dalam cerita pewayangan.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Nampak bocah pembawa gunungan. Dalam cerita wayang gunungan merupakan simbol kehidupan, jadi setiap gambar yang berada di dalamnya melambangkan seluruh alam raya beserta isinya mulai dari manusia sampai dengan hewan serta hutan dan perlengkapannya.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Salah satu aksi Reog Ponorogo yaitu sembur api. Aksi ini pertama kali ditampilkan dalam acara parade budaya di kota kendari.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Ekspresi penonton yang menyaksikan atraksi barong sai.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Salah seorang penari caci dari paguyuban Nusa Tenggara Timur.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Salah satu penari caci dari paguyuban NTT sedang mempersiapkan diri. Tarian Caci merupakan suatu permainan adu ketangkasan antara dua orang laki-laki dalam mencambuk dan menangkis cambukan lawan secara bergantian.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Nampak seorang warga melakukan foto bersama dengan gadis mengenakan pakaian adat papua.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Salah satu penari perang dari paguyuban papua.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Nampak paguyuban muna barat, berkostum menyerupai kupu-kupu.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Pertunjukan saiyyang pattuqduq dari kerukunan keluarga Mandar. Saiyyang pattuqduq berarti kuda yang menari-nari dengan mengangkat dua kaki depan silih berganti sambil kepala kuda naik turun.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Atraksi kuda lumping dari paguyuban Jawa.

 

Pawai Budaya HUT Kota Kendari ke 186 Atraksi barong sai, dari etnis tiong hoa Kota kendari.

 

 

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com