Tampilan Desktop


Gandeng 11 Universitas di Sultra, MPR Sosialisasi 4 Pilar dengan Metode “Outbond”
49 Dibaca

SOSIALISASI EMPAT PILAR - Pemukulan gong sebagai tanda dimulainya sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dipusatkan di UHO, 15-18 April. Sosialisasi ini dibuka langsung Anggota Badan Sosialisasi MPR RI, Abidin Fikri di Hotel Swissbel Kendari, Jumat (15/4/2016) sore. (Jumriati/ZONASULTRA.COM).

SOSIALISASI EMPAT PILAR – Pemukulan gong sebagai tanda dimulainya sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dipusatkan di UHO, 15-18 April. Sosialisasi ini dibuka langsung Anggota Badan Sosialisasi MPR RI, Abidin Fikri di Hotel Swissbel Kendari, Jumat (15/4/2016) sore. (JUMRIATI/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sebanyak 100 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra) berkumpul di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari untuk mengikuti sosialisasi Empat Pilar dengan metode outbond yang dilaksanakan MPR RI selama tiga hari, 15-18 April 2016.

Sosialisasi Empat Pilar ini dibuka secara langsung oleh Anggota Badan Sosialisasi MPR RI, Abidin Fikri di Hotel Swissbel Kendari, Jumat (15/4/2016) sore. Pembukaan ini juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Umum dan Perencanaan UHO Hilaludin Hanafi, Asisten III Setda Sultra Saemu Alwi dan Anggota DPR RI asal Sultra Khaerul Saleh.

Menurut Abidin Fikri, sosialisasi Empat Pilar dengan metode outbond sangat efektif menanamkan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara kepada para mahasiswa yang merupakan generasi muda penerus bangsa.

“Sosialisasi yang diwujudkan dalam bentuk permainan akan lebih mudah dicerna dan dipahami ketimbang hanya dengan teori. Apa yang mereka dapatkan dalam sosialisasi ini bisa diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari,” kata Abidin.

Dia melanjutkan, dengan sosialisasi Empat Pilar, para mahasiswa akan lebih memahami tentang ketatanegaraan, apalagi di era globalisasi seperti saat ini. Jika mereka (mahasiswa) tidak memahami dengan baik tentang ideologi dan falsafah negara, mengapa harus hidup dalam bingkai NKRI, maka kata Abidin, ke depan akan menjadi ancaman bagi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saat ini kita masih nyaman, tapi kita tidak tahu kapan tantangan-tantangan di luar sana akan meruntuhkan kita seperti katak di dalam baskom yang dipanaskan, untuk sementara dia akan merasa nyaman karena hangat, tapi dia tidak sadar saat air mendidih maka sudah tidak ada kesempatan lagi untuk melompat. Begitulah gambaran kita jika tidak menanamkan nilai-nilai ketatanegaraan kepada generasi muda sejak dini,” terangnya.

Sementara itu, Hilaludin Hanafi mengatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan berkali-kali akan lebih efektif daripada hanya sekali. Apalagi dengan metode outbond yang bisa merekatkan rasa persaudaraan, persatuan dan gotong royong para mahasiswa meski berasal dari universitas yang berbeda.

Adapun perguruan tinggi yang mengikuti sosialisasi ini adalah UHO, Poltekes Kemenkes Kendari, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, USN Kolala, Universitas Terbuka Sultra, Universitas Lakidende, Stikes Avicenna, Stikes Mandala Waluya, Universitas Dayanu Ikhsanuddin dan Universitas Muhammadiyah Buton.

 

Penulis: Jumriati

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com