Tampilan Desktop

Gedung SMPN Satap 1 Pomalaa Nyaris Roboh
33 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KOLAKA -Bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap (SMPN Satap) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), sepertinya belum mendapatkan sentuhan program sang bupati, Ahmad Safei, yakni pendidikan gratis seperti yang tertuang dalam visi-misinya. Faktanya, bangunan sekolah yang terbangun di atas laut dan semuanya terbuat dari kayu itu, kini nyaris robohh

Sekolah terapung itu terdiri dari dua ruang kelas belajar (RKB) namun terpaksa di sulap menjadi tiga ruangan  untuk memenuhi kebutuhan tempat belajar siswa kelas VII, VII dan IX.. Jumlah pelajar juga sudah tidak sesuai dengan daya tampung bangunan sekolah itu.

Untuk mengantisipasi robohnya bangunan, pihak sekolah terpaksa mengungsikan para siswanya di laboratorium untuk belajar, sembari menunggu bantuan dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dam Olah Raga (Dikmudora) Kabupaten Kolaka, Salamasyah kepada media ini mengakui, jika sarana dan prasarana sekolah di Kabupaten Kolaka utamanya RKB, masih banyak yang kurang dan harus diperbaiki.

“Itulah kondisi pendidikan kita yang ada di kabupaten Kolaka saat ini, masih banyak yang harus kita kerjakan, mulai dari RKB, laboratorium, peralatan di dalamnya (mobiler) yang kurang dan itulah kondisi pendidikan kita. Sekarang tugas dan tantangan kita membenahi hal itu semua satu per satu, karena tidak mungkin sekaligus kita langsung benahi semuanya,” ungkap Salamsyah saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (02/9/2015).

Terkait kondisi SMPN Satap 1 Pomalaa kata dia, dirinya belum sempat melihat langsung, masih sebatas informasi yang di dapatkan.

“Nantilah kita lihat bagaimana dan seperti apa situasinya karena kan memang sekarang itu banyak sekolah yang
kita skala prioritaskan. kalau betul situasinya seperti itu (roboh), berarti masuk skala prioritas kita,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tahun ini ada beberapa sekolah yang menjadi skala prioritas Diknas kabupaten Kolaka melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Misalnya di DAK kita kasi instrumen penting, artinya penting karena memang harus dibenahi, kemudian mendasak apa kira-kira resiko atau dampak ketika tidak dilakukan,” jelasnya.

Sejauh ini lanjut Sal, ada juga usulan dari sekolah yang belum diamini karena tidak masuk dalam skala prioritas Diknas.

“Ada juga sekolah yang minta pagar, tapi kita sampaikan, untuk sementara ya tahan diri dulu, karena yang paling penting bangunan yang harus diperbaiki, jangan sampai nanti tiba-tiba roboh, itu kan bahaya, jadi ada instrumen yang kita pakai disini dalam rangka membangun sarana dan prasarana sekolah, yakni penting dan mendesak,” tandasnya.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com