Tampilan Desktop



Gegara Latihan Pesawat Militer di Bandara Sultan Hasanuddin, Sejumlah Penerbangan di Kendari Tertunda
161 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Latihan pesawat militer yang digelar di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (26/9/2017) menyebabkan sejumlah penerbangan baik dari Kendari ke Makassar dan Makassar ke Kendari mengalami penundaan.

Kepala Bandar Udara Haluoleo Kendari Rudi Richardo

Rudi Richardo

Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Rudi Richardo mengatakan, jadwal penerbangan yang berdampak akibat latihan pesawat militer di Makassar sebagai berikut :

1. BTK 6249 KDI-UPG
2. LNI 998 UPG-KDI
3. LNI 993 KDI-UPG
4. LNI 729 KDI-JKT
5. GIA 604 UPG-KDI
6. GIA 605 KDI-UPG

“Sebenarnya bukan terganggu, tapi tidak dapat melaksanakan penerbangan sesuai schedule,” kata dia saat dihubungi Zonasultra.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (26/9/2017).

Dikatakan Rudi, penerbangan tidak dapat dilaksanakan sesuai schedule, bukan karena masalah internal airline. Tetapi disebabkan faktor eksternal, sehingga airline tidak wajib memberikan kompensasi. Kalaupun ada, itu hanya didasarkan dari kebijakan dari airline yang bersangkutan.

Dia menjelaskan, jika ada penggunaan ruang udara untuk keperluan latihan pesawat militer, maka secara formal tidak dapat dilakukan perubahan jadwal penerbangan. Mengingat jadwal penerbangan berlaku selama 6 bulan.

Untuk kasus ini, sebelumnya sudah ada NOTAM (Notice to Airmen). Sehingga latihan tersebut tidak membahayakan operasi penerbangan, hanya saja dari sisi pelayanan mungkin akan terganggu. Sebab, jika operasi penerbangan sipil pada waktu dan area yang bersamaan bersentuhan dengan apa yang telah di-NOTAM-kan, maka operasi penerbangan sipil tersebut harus menunggu.

Oleh sebab itu, NOTAM (Notice to Airmen) terkait latihan pesawat militer ini sudah dikeluarkan sebelumnya. Agar upaya yang dapat dilakukan airline untuk menginformasikan kepada para penumpangnya. Karena dalam hal latihan pesawat militer memerlukan waktu yang signifikan.

Untuk diketahui informasi NOTAM (Notice to Airmen) dilakukan melalui peralatan telekomunikasi dan juga dipublish oleh BO (Briefing Office). Sehingga dengan mudah diketahui oleh personil operasi penerbangan dan selanjutnya akan diberikan atau diinformasikan kepada penerbang.

Dalam dunia penerbangan, lanjut Rudi, semua aktifitas memiliki dokumentasi, termasuk jika ada sesuatu yang baru baik itu pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting. Temasuk keadaan, perubahan atau situasi di bandar udara (runway, apron, taxiway, navigasi, dan lain-lain). (B)

 

Reporter : Sitti Nurmalasari
Editor : Kiki

RS ZonaSultra

View all contributions by RS ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com