Tampilan Desktop


Harga BBM Turun Tapi Sembako Justru Melojak Naik
140 Dibaca

harga_sembako

KENAIKAN HARGA SEMBAKO– Salah satu kebutuhan sembako yang harganya meloncat naik di pasaran adalah beras. Jika sebelumnya Rp.465 ribu per 50 kg, kini naik menjadi Rp.520 ribu.(JEFRI/ZONASULTRA.COM).

 

ZONASULTRA.COM,WANGGUDU- Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) awal Januari lalu ternyata tidak diikuti penurunan harga sembako. Sebaliknya sejumlah sembako mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Di Kabupaten Konawe Utara(Konut), Sulawesi Tenggara(Sultra), kenaikan harga sembako di pasar tradisional melonjat hingga mencapai 30 persen dari harga sebelumnya.

Sejumlah sembako yang mengalami kenaikan harga antara lain, beras dengan ukuran 50 kg yang sebelumnya Rp.456 ribu, kini naik menjadi Rp.520 ribu rupiah, harga telur juga naik dari Rp.48 ribu per rak naik menjadi Rp.53 ribu, disusul gula pasir dari Rp.580 ribu per 50 kg naik menjadi Rp.650 ribu.

Kenaikan harga juga diikuti Mie Instan dan minuman gelas (Aqua). Harga Mie Instant yang sebelumbya Rp.78 ribu per dos naik menjadi Rp.81 ribu, sedangkan air minuman kemasan(aqua) dari harga Rp.65 ribu naik menjadi Rp.75 ribu.

Kenaikan harga ini membuat para pedagang kaget. Salah satu pedagang sembako di pasar Lasolo, Rahmatia mengatakan akibat kenaikan harga ini pelanggannya yang tadinya selalu membeli telur per rak, kini hanya bisa membeli per butir saja karena kekurangan uang.

“Sejak harga sembako ini naik pendapatan saya agak kurang, yang tadinya mau beli telur satu rak tapi karena harganya naik, terus uang yang mereka bawa kurang terpaksa beli per butirmi saja,” ujar Rahmatia, Rabu (27/1/2015).

Kenaikan ini membuat para pembeli mengeluh. Nurtia, mengeluhkan kenaikan harga tersebut, padahal harga BBM sudah turun sejak awal Januari yang seharusnya diikuti penurunan harga sembako.

Baik pedagang maupun warga berharap agar pemerintah bisa kembali menstabilkan harga sembako. Dengan kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan saat ini, membuat masyarakat semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi sebagian besar masyarakat Konawe Utara bergantung pada hasil perkebunan, tanaman cengkeh, coklat dan kopra yang saat ini mengami gagal panen akibat musim kemarau berkepanjangan.

 

Penulis : Jefri

Editor  : Rustam

Redaksi ZonaSultra

View all contributions by Redaksi ZonaSultra

Website: http://zonasultra.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com