Harga Sembako dan Ikan di Pasar Masih Stabil

Harga Beras dan Gula Pasir di Muna Mulai Naik
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM,KENDARI – Harga sejumlah bahan pokok dan ikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari masih dalam kondisi stabil, dan tidak terjadi kenaikan yang signifikan.

Hal itu berdasarkan pemantauan harga bahan pokok yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Kendari di sejumlah pasar tradisional pasca banjir yang melanda Sulawesi Selatan (Sulsel), dan penutupan jalur pelayaran Kolaka- Bone beberapa waktu lalu.

Hasilnya ada sejumlah ada bahan pokok yang mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditi sudah merangkak naik seperti ayam potong, bawang merah maupun bawang putih.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Logistik Diseperindag kota Kendari, Yusril saat ditemui di kantornya, Selasa (28/1/2019).

Diketahui beberapa komoditi yang disalurkan dari Makassar, Sulsel adalah ayam potong, telur dan bawang.

Saat ini yang mengalami kenaikan ayam potong dari harga Rp 55 ribu per ekor, kini menjadi Rp60 ribu per ekor dan ayam jumbo Rp65 ribu per ekor. Termasuk harga bawang merah mengalami kenaikan dari harga Rp25 ribu perkilo gram, kini menjadi menjadi Rp35 sampai Rp 40 ribu perkilo dan bawang putih hampir sama. Sedangkan, harga telur ayam masih stabil yang dijual Rp35 ribu per rak.

Ia menegaskan, setiap hari pihaknya memantau harga di pasar tradisional dan beberapa perwakilan stanbay di pasar Mandonga, pasar Kota Lama dan pasar Baruga. Untuk kenaikan beberapa komoditi di musim hujan harus dimaklumi karena kondisi alam.

Sementara itu, penyuplai ayam potong dari Sulsel terus dipantau dampak dari bencana Sulsel yang akan berimbas di Sultra karena pasokan sebagian pangan di datangkan dari Sulsel.

“Karena penyeberangan Bajoe ke Kolaka ada peringatan disana untuk sementara dilarang penyeberangan ini yang ditakutkan harga-harga pasti akan mengalami gejolak. Namun seberapa besar pengaruhnya tergantung stok yang ada di kota Kendari,” pungkasnya.

“Saat ini dampak musibah Sulsel belum terasa di kota Kendari. Untuk mengantisipasi gejolak harga kami akan terus pantau bersama TPID,” ujarnya.

Salah satu tim yang mengawasi harga dipasar Mandonga, Rustam mengatakan, untuk harga tomat dari Rp10 ribu perkilo kini menjadi Rp12 ribu perkilo, cabe besar dan cabe keriting Rp30 ribu perkilo, cabe rawit kecil Rp50 ribu perkilo, dan cabe rawit agak panjang Rp35 perkilo

“Jadi sampai hari ini harga dipasaran tidak ada yang bergejolak berarti, harga masih stabil dan masih tetap seperti biasa. Hanya ayam potong dan bawang mengalami kenaikan,” jelasnya.

Pasokan Ikan Berkurang

Pasokan ikan di Sultra khususnya di Kota Kendari mengalami penurunan, Kepala Bidang Perdagangan Dalam negeri pada Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Sultra Muhammad Ali menyebutkan kondisi ini diakibatkan gelombang tinggi yang sedang melanda perairan Sultra.

Namun selain itu, pasokan komoditas lainnya dalam kondisi normal. “Sampai hari senin (28/1/2019) harga masih normal, belum ada kenaikan harga di pasar-pasar, khususnya Kota Kendari. Hanya stok ikan yang kurang,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/1/2019).

Kendati mengalami penurunan pasokan, harga ikan di pasaran masih terpantau normal. Pihaknya pun akan turun lapangan dalam waktu satu dua hari ini untuk memantau harga-harga.

“Kami akan turun bersama tim untuk memastikan harga barang. Kuncinya, kita akan coba cek lagi harga di pasar, tapi data terakhir hanya pasokan ikan yang kurang untuk saat ini,” jelasnya.

Berdasarkan dari catatan 4 pasar seperti Pasar Mandonga, Wuawua, Pasar Kota, dan Pasar Andounohu harga ikan dan sejumlah sembako lainnnya masih dalam keadaan normal dan stabil.

“Empat pasar ini kita punya staf selalu ke sana mendengar dan mengakumulasi harga. Untuk hari ini, belum ada kenai- kan,” terangnya.

Salah satu pedang ikan keliling Daeng (45) mengatakan harga ikan masih stabil belum ada kenaikan stok juga ada tapi tidak terlalu banyak.

“Saya masih jual 20 ribuan sampe 35 ribuan tergantung jenis ikan,” pungkasnya kepada awak zonasultra. (a)

 


Reporter: Ilham Surahmin
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib