Tampilan Desktop


Hingga Juni, Pemkot Benahi Drainase Sepanjang 10 Kilometer
60 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Buruknya sistem drainase di Kota Kendari dinilai sebagai salah satu penyebab sering terjadinya banjir di ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ini. Hampir seluruh ruas jalan di kota ini akan tergenang saat hujan deras akibat drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

Hal ini tentu bertolak belakang dengan program kota hijau alias green city yang dicanangkan Pemerintah Kota Kendari. Sebagai kota hijau, tentunya kota ini harus bebas dari banjir. Untuk itu, tahun ini Pemerintah Kota Kendari akan segera membenahi drainase sepanjang 10 kilometer.

ali aksa puKepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari Ali Aksa mengatakan, dari 10 kilometer drainase tersebut, 4 drainase menjadi tanggungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Sedangkan sisanya menjadi tanggungan Pemkot Kendari sendiri.

Pembenahan drainase ini, kata Ali tersebar di 10 kecamatan di Kota Kendari, yaitu Kecamatan Kendari, Kecamatan Kendari Barat, Kecamatan Puwatu, Kecamatan Wuawua, Kecamatan Baruga, Kecamatan Kadia, Kecamatan Poasia, Kecamatan Kambu, Kecamatan Mandonga dan Kecamatan Abeli.

“Untuk drainase yang dibenahi oleh pemerintah provinsi dan pusat berada pada jalan-jalan negara. Sedangkan untuk tanggungan kami berada dijalan kota,” katanya di Aula DPRD Kota Kendari, Jumat (12/6/2015).

Program pembenahan drainase ini, tambahnya, merupakan program prioritas instansinya pada tahun 2015 ini. Jadi pihaknya berharap, dengan ada pembenahan drainase ini membuat volume genangan air di Kota Kendari dapat ditekan.

Smart Poin, Kota Hijau dan Kota Pintar

Selain program kota hijau (green city), saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari juga tengah mengembangkan program baru, yaitu kota pintar alias smart city. Dua program ini akan disandingkan di Teluk Kendari dengan nama smart poin, yang prosesnya tengah dimulai dengan pembangunan tambat labu.

Sekretaris Daerah Kota Kendari Alamsyah Lotunani mengatakan, dalam perencanaan pemerintah kota, selain berfungsi sebagai lokasi berlabuh kapal dan perahu para nelayan, kawasan ini juga nantinya akan disulap jadi ruang terbuka hijau bagi masyarakat Kota Kendari. Di tempat ini akan disediakan banyak fasilitas penunjang lainnya seperti jaringan internet, jogging track dan tempat parkir. Disini juga segala transaksi yang dilakukan masyarakat akan menggunakan smart card. Pihaknya pun berharap dengan keberadaan tambat labu ini bisa menciptakan image Kota Kendari sebagai kota maju, kota hijau dan kota pintar.

asrun smartpoint“Kita di Kota Kendari ini tidak ada apa-apa, di daerah lain mungkin ada tambang yang bisa menjadi ikon. Maka kita harapkan tambat labu ini bisa menjadi ikon sekaligus menciptakan ekonomi terhadap pendapatan daerah dan tentunya masyarakat Kota Kendari itu sendiri. Wajah Kota Kendari pun tidak akan kalah saing bila disandingkan dengan kota-kota lainnya,” kata Alamsyah di ruang kerjanya, Kamis (11/6/2015).

Selain menjadi ikon kota, lanjutnya, tambat labu juga bisa menjadi solusi untuk mencegah pendakalan teluk Kendari semakin serius akibat sedimen, tumpukan sampah dan limbah yang dihasilkan berbagai kegiatan industri di Kota Kendari. Tambat labu juga diharapkan dapat meminimalisir potensi banjir yang sering terjadi di kota ini.

“Memang pengerjaannya ini secara bertahap karena proyek ini membutuhkan dana yang besar. Tapi kita menargetkan untuk tahap awal mewujudkan smart poin dapat di selesaikan di tahun 2017 dan tambat labu juga sudah bisa berfungsi,” katanya.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com