Tampilan Desktop


Honor 10 Juta, Dokter Tak Tertarik Tugas di Daerah Terpencil
259 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Honor tinggi ternyata tak membuat dokter tergoda untuk bertugas di daerah terpencil di Sulawesi Tenggara (Sultra). Terbukti, banyak daerah terpencil di daerah ini tak memiliki dokter. Padahal pemerintah pusat telah menyiapkan honor Rp.10 juta per bulan. Ini belum termasuk dana intensif yang disiapkan masing-masing daerah.

Honor 10 Juta, Dokter Tak Tertarik Tugas di Daerah Terpencil

Barwik Sirait

Kepala Bidang (Kabid) Bina Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Sultra, Barwik Sirait, mengatakan, untuk dokter yang bertugas di daerah terpencil dikhususnya dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Kata Barwik, setiap tahun Sultra selalu mendapat jatah dari kementerian kesehatan sesuai dengan kebutuhan daerah. Hanya saja yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil dan sangat terpencil di Sultra jumlahnya sangat kecil.

“Meski kita sudah dapat jatah, dokter PTT-nya belum tentu datang. Tahun lalu misalnya, di Konkep kita dapat jatah 6 dokter PTT, tapi yang datang hanya satu orang. Kita kan tidak bisa paksa karena memang itu tidak wajib,” kata Barwik kepada awak zonasultra.com, Rabu (3/2/2016).

Kekurangan Dokter

Tak hanya dokter terpencil, secara umum Sultra masih kekurangan tenaga dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis.

Menurut Barwik, hampir semua rumah sakit di Sultra masih kekurangan dokter spesialis. Begitu pun dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah itu hampir 30 persen tidak memiliki tenaga dokter.

“Idealnya satu Puskesmas itu harus ada dua sampai tiga dokter umum dan satu dokter gigi. Untuk mencapai itu kita masih sangat kesulitan. Dokter spesialis paru, spesialis ginjal juga kita belum ada,” kata Barwik ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Kendari, Rabu (3/2/2016).

Masih kata Barwik, kekurangan tenaga medis tersebut disebabkan penyerapan tenaga dokter di Sultra yang juga masih jauh dari kata ideal.

Saat ini pola rekrutmen tenaga medis ada dua jalur. Pertama, melalui pegawai tidak tetap (PTT) yang dibiayai Kementerian Kesehatan dan rekrutmen PNS.

Barwik berharap hadirnya Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO) bisa menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir kekurangan tenaga dokter di Sultra. “Kalau dari luar Sultra kan bisa jadi tidak mau datang, tapi kalau anak-anak kita sendiri pasti lain cerita,” kata dia.

Terkait rekrutmen melalui jalur PNS, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.

Pemerintah Sultra sebenarnya menempuh dua jalur untuk menyiasati kekurangan dokter di daerah itu. Pertama dengan membiayai sendiri sejumlah dokter untuk mengambil spesialis serta melalui pendidikan dokter spesialis dari kementerian kesehatan.

“Tahun ini kita ada 34 dokter yang ngambil spesialisnya. Yah, kita berharap setelah selesai mereka segera kembali ke daerah. Mereka kan berangkatnya dari Sultra, kembali lah ke Sultra tunaikan kewajiban,” ucapnya.

 

Penulis : Jumriati
Editor  : Rustam

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com