Tampilan Desktop

Hugua Minta Didukung Jadi Gubernur, Ini Reaksi Arhawi
65 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Besok (28/6/2016) Arhawi akan segera menggantikan posisi Hugua sebagai Bupati wakatobi yang telah menjabat selama 2 periode. Salah satu pesan Hugua adalah meminta dukungan dari bupati baru itu dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2018.

Arhawi

Arhawi

Menanggapi hal itu, Arhawi yang selama ini menjadi wakil bupati mendampingi Hugua, mengatakan proses Pemilihan Gubernur Sultra masih panjang yakni 2 tahun lebih. Sebagai kepala daerah tentu harus mencermati perkembangan politik di Sultra.

“Kita harus melihat siapa putra-putra terbaik di Sultra ini yang akan maju dan semuanya itu tergantung dari komunikasi politik yang akan kita bangun,” kata Arhawi usai mengikuti gladi pelantikan di kantor Gubernur Sultra, Senin (27/6/ 2016).

Arhawi yang juga Ketua PAN Wakatobi ini, belum dapat memastikan apakah akan mendukung calon yang diusung oleh partainya ataukan malah mendukung Hugua selaku Ketua PDIP Sultra. Saat ini, dukungan belum mengarah ke salah satu kandidat karena komunikasi politik yang masih panjang.

“Nanti kita lihat,” jawab Arhawi ketika ditanya apakah akan mengikuti partainya ataukan mendukung Hugua.

Selama menjadi wakil bupati mendampingi Hugua, Arhawi mengaku memiliki hubungan yang sangat harmonis ibarat suami dan istri. Hubungan Suami-Istri itu akan berakhir 28 Juni 2016, namun demikian jalinan persahabatan tetap akan selalu dijaga dengan baik.

Sebelumnya, Hugua mengatakan selepas jadi bupati, dirinya akan fokus untuk maju dalam Pilgub 2018. Olehnya diperlukan dukungan dari semua pihak termasuk sahabat baiknya Arhawi.

“Oh pastinyalah (akan meminta dukungan Arhawi). Arhawi itu sahabat saya, namanya dalam politik satu orang lawan terlalu banyak tapi seribu sahabat terlalu sedikit,” kata Hugua di Kendari, Minggu (26/6/2016).

Sebagaimana diketahui, dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Wakatobi 2015, pasangan calon (Paslon) bupati Arhawi – Ilmiati yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi lawan politik Hugua. Saat itu PDIP dan Hugua mendukung paslon bupati Haliana – Syawal.

Hasilnya berdasarkan Pilkada 9 Desember 2015, Arhawi – Ilmiati keluar sebagai pasangan bupati terpilih. Haliana – Syawal dengan pengawalan PDIP sempat mengajukan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) namun ditolak. (A)

 

Penulis : Muhammad Taslim
Editor : Kiki

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com