HUT Konut Ke 11 dan Festival Konasara Persembahan Indonesia untuk Dunia

6
Pantai_Taipa_HUT_Konut_ke_11_tahun
Pantai Taipa HUT Konut ke 11 tahun

Kemenpar Tetapkan Festival Konasara Sebagai Kalender Event NasionalWISATA PANTAI TAIPA – Wisata Pantai Taipa salah satu destinasi wisata segitiga berlian yang menjadi program Pemerintah Daerah Konawe Utara untuk meningkatkan roda perkonomian masyarakat dan kemajuan daerah. (Jefri/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe Utara (Konut) ke 11 dan Festival Konasara merupakan hari perayaan terbentuknya Daerah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), pasca mekar dari kabupaten induknya yaitu, Konawe.

Bumi Anoa bersimbolkan gunung oheo adalah salah satu julukan familiar untuk daerah bersejarah yang kini beranjak ke 11 tahun sebagai daerah otonom. Letak Konut sendiri berada di poros tengah antar provinsi Sultra dan Sulawesi Tenggah (Sulteng).

Dalam perayaan hari jadi sebelumnya selama daerah itu mekar pemerintah setempat hanya menampilkan kegiatan seremonial seperti hiburan artis ibu kota dan di lanjutkan dengan upacara peringatan ulang tahun yang di tempatkan di plataran halaman kantor Bupati Konut.

Untuk 2017 ini, memasuki 2 tahun era kepemimpinan Ruksamin-Raup selaku Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada pemihan kepala daerah (Pilkada) 2015 lalu, mencoba melakukan trobosan baru dengan perpormance kegiatan yang berbeda dalam perayaan HUT Konut sebelumnya.

HUT Konut ke 11 kali ini bertemakan festival konasara tujuannya untuk mempromosikan dan memamerkan potensi-potensi yang di miliki, baik dari segi keperiwisataan, prikanan, pertambangan, pertanian, perkebunan dan lokal budaya yang ada di wilayah itu sebagai langkah upaya memajukan prekonomian masyarakat dan daerah.

HUT Konut Ke 11 dan Festival Konasara Persembahan Indonesia Untuk Dunia

Kegiatan yang dilaksanakan juga merupakan kolaborasi memadukan potensi wisata alam dan wisata budaya sebagai langkah utama memberikan persembahan special untuk Negara Indonesia sebagai induk dari semua provinsi dan daerah kepada dunia. Peryaannyapun bertempat di pantai wisata taipa.

“Arti dari konasara adalah konawe utara sejahtera dan berapab. Akronim ini adalah roh dari HUT Konut ke 11 dan festival konasara. Kita melangkah memperkenalkan pada dunia bahwa Indonesia khususnya Konawe Utara memiliki banyak beragam wisata alam dan budaya yang jarang di miliki negara-negara lain,”kata Kadis Pariwisata, Yade Rianto di lokasi pantai taipa tempat di selenggarakannya HUT Konut dan festival konsara, Minggu (31/12/2017).

POTENSI WISATA ALAM

Air Panas Wawolesea KonutWisata Air Panas Wawolesea

Kekayaan potensi wisata alam yang berada di Konut antara lain, pantai taipa, air panas wawolesea, pantai pudonggala, pantai batam, air terjun ameseu, telaga tiga warna, pulau labengki, dan wisata bahari lainnya, di tambah peninggalan pra sejerah seperti, goa, gunung oheo dan danau, menjadi promosi utama kepada para pengunjung dalam HUT Konut dan festival konasara.

Wisata alam ini menjadi progres pemerintah untuk terus bergerak dan berbenah. Selain mensingkrongkan program visi misi nawacita Presiden Jokowidodo di bidang pariwisata juga mengembangkan roda prekonomian daerah serta membuka peluang usaha besar-besaran untuk masyarakat. 2018 menjadi target pemerintah menarik 10 ribu wisatawan berkunjung di wilayah itu.

WISATA ALAM BUDAYA DAN KULINER

Wisata alam budaya seperti, tarian lokal, kesenian lokal dan adat istiadat lokal masyarakat setempat serta makanan lokal, seperti, sagu, kelapa masak dan wisata kuliner lokal lainnya juga menjadi salah satu promosi unggulan mamerkan pesona Indonesia Konawe Utara kepada para pengunjung hingga luar manca negara.

Wisata alam budaya dan kuliner lokal ini terus di pertahankan dan di jalankan pemerintah setempat dan masyarakat sebagai wujud kecintaan dan kebanggan terhadap leluhur juga kealaminan lokal daerah.

“Pada HUT Konut juga akan di lakukan peletakan batu pertama pendirian smelter sebagai kado terindah untuk daerah konawe utara yang akan membukan peluang kerja bagi puluhan ribu masyarakat Konut. Yang juga sebelumnya telah menjalankan program kesehatan gratis melalui BPJS kesehatan dan Dinas Kesehatan Konut,”terangnya.

“Inilah yang menjadi peran pemerintah di era Ruksamin-Raup sebagai langkah upaya memberikan kesejatraan kepada masyarakat dan memajukan prekonomian daerah,”tambahnya.

Pemerintah berharap peran serta masyarakat berada di garis depan mendukung dan mensukseskan pogram visi misi konasara demi pencapaian target persembahan terbaik konawe utara kepada Indonesia untuk dunia.

Mekarnya daerah penghasil nikel itu berdasarkan undang-undang nomor 13, 2 januari 2007. (adv)

 

Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here