Tampilan Desktop



Ibu Korban Pencabulan di Konawe Tak Menyangka Suaminya Rengut Perawan Anak Kandungnya Sendiri
214 Dibaca

Nasib terlanjur jadi bubur. Saniati yang kini harus menanggung aib tak menyangka suaminya yang seharusnya menjadi imam dalam keluarga justru tega mengambil keperawanan anak kandungnya sendiri berinis

Nasib terlanjur jadi bubur. Saniati yang kini harus menanggung aib tak menyangka suaminya yang seharusnya menjadi imam dalam keluarga justru tega mengambil keperawanan anak kandungnya sendiri berinisial A, yang kini masih duduk dibangku SMP di salah satu sekolah di Wawotobi. Ia 
Saniati yang tak hentinya meneteskan air matanya menuturkan tak mendapatkan firasat suaminya menduakan cintanya yang telah dikaruniai enam orang anak ini. Penghianatan selama dua tahun yang dilakukan sang suami, menurut Saniati, lebih menyakitkan dari hujaman pisau tajam menghantam tubuhnya. 
“Saya tidak pernah manaruh curiga sedikitpun kepada suami saya, karena menurut saya, tidak ada orang tua yang tega berbuat tidak senonoh kepada anak kandungnya sendiri, apa lagi dalam kehidupan sehari-hari hubungan kami tidak ada masaala sedikitpun, bahkan dia (Ramudin) tidak pernah membedahkan anak-anaknya, semua diperlakukan sama,” tutur Saniati, dengan menggunakan bahasa daerah tolaki saat ditemui awak zonasultra.com di kantor Mapolsek Wawotobi, Rabu (31/12/2014).
“Kini saya menyerahkan semuanya kepada pak polisi untuk memberikan hukuman yang setimpal terhadap suami saya, hukuman apapun yang diberikan kepadanya, saya berkeyakinan itulah yang terbaik. Yang jelas saat ini sedikitpun tidak ada maaf untuk dia, biarlah dia mempertanggungjawabkan sendiri perbuatannya, baik itu di depan hukum dan di hadapan Allah SWT,” harapnya.
Ia yang didampingi anak lelakinya terus saja mengucapkan istigfar, serasa tidak percaya dengan semua yang terjadi dalam keluarganya. 
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini terbongkar Minggu (28/12/2014) malam lalu. Saat korban baru saja pulang bertemu kekasihnya. Sesampainya di rumah, ayahnya korban sudah menunggu kedatangannya. Lalu sang ayah mengajak anaknya untuk kembali ketempat kekasihnya itu. Namun dalam perjalanannya, sang ayah justru membelokkan motornya ke sebuah hutan lalu di situ menjalankan aksinya. (Baca juga : Setelah Kabur Dua Hari, Polisi Bekuk Pelaku Pencabulan Anak Kandung di Konawe)
Karena perasaan korban saat itu yang sedang ketakutan, korban kemudian menghubungi saudaranya via sms untuk menyusul mereka. Ketakutan korbanpun terbukti, sesampainya di tempat tujuan, ayahnya kemudian memulai aksinya terkutuknya itu dengan cara menyuruh anaknya untuk membuka pakaiannya.
Tersangka akhirnya ditangkap aparat kepolisian dua hari setelah dipergoki anak laki-lakinya di tempat persembunyian di rumah keluarganya, Rabu (31/12/2014) dinihari sekitar pukul 00:40.(Restu) 
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free